34 LSM Tolak UU Pornografi (Radar Semarang, 2008)

RADAR SEMARANG, Selasa, 23 September 2008

SEMARANG – Rancangan UU Pornografi yang segera disahkan DPR menjadi UU terus menuai penolakan sejumlah LSM. Penolakan disampaikan dalam sebuah aksi di Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan, Senin (22/9) pagi.

Unjuk rasa diikuti oleh puluhan aktivis. Mayoritas perempuan. Mereka mengklaim mewakili 34 LSM yang tergabung dalam Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA). Di antaranya terdiri atas LRC-KJHAM, LBH APIK, LBH Semarang, Setara, Perdikan, HMI Komisariat Semarang, dan PMII Semarang.

Selain membawa spanduk bertuliskan tolak kriminalisasi perempuan dan puluhan poster, aksi diselingi teatrikal. Tiga pemuda bertopeng wayang orang menari-nari.

Dewan Tak Konsultasi

Ini simbolisasi kekhawatiran akan diberangusnya kesenian dan pendiskreditan perempuan jika UU Pornografi diberlakukan.

“RUU ini merupakan upaya kontrol sistematis negara terhadap privasi individu. Terlebih lagi pembatasan gerak tubuh perempuan yang jelas melanggar eksistensi perempuan dan hak atas kebebasan seksualitas,” tutur Koordinator JPPA Prof Dr Agnes Widanti, SH, CN.

Pansus RUU Pornografi, imbuhnya, seharusnya melakukan evaluasi. Sebab dalam proses penyusunan RUU tak melalui konsultasi dengan aparat penegak hukum (Polri, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung). Konsultasi perlu dilakukan demi merasionalkan upaya penegakan hukum yang dikhawatirkan menemui hambatan dalam proses implementasinya.

“Kesulitan akan muncul dalam proses pembuktian unsur-unsur pidana, utamanya berhubungan dengan struktur, substansi hukum dan kebudayaan bangsa ini,” tandas Irene, salah satu orator.

Karena itu, ujar Irene, JPPA meminta agar pemerintah tak lagi membuat serta merumuskan UU khusus yang mengatur tentang pornografi maupun pornoaksi. Selain itu, JPPA juga meminta pembatalan penyusunan dan pengesahan RUU tersebut. Puas menggelar orasi, peserta melakukan longmarch menuju ke RRI di Jalan Ahmad Yani. (dib/isk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *