Anak Jalanan Belajar Organisasi (Radar Semarang, 2011)

RADAR SEMARANG , Senin, 28 Februari 2011, Halaman 3

SEBANYAK 48 anak yang tergabung dalam Forum Anak Anti Eksploitasi dan Kekerasan terhadap Anak (Eska), kemarin (27/2), mengikuti pelatihan organisasi di aula Akaba 17 Agustus di Jalan Seteran Dalam.

Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya merupakan anak jalanan dari berbagai lokasi di Kota Semarang. “Ada tiga kelompok besar. Yaitu pelajar, anak kampung, dan anak jalanan,” kata staf lapangan Yayasan Setara, Yuli Sulistyanto.

Menurut Yuli, tiga kelompok besar tersebut, sengaja dibaurkan satu dengan lain. “Mereka sudah saling kenal sebelumnya, tapi kebetulan hari ini ada beberapa anggota baru.”

Kemampuan berorganisasi, menurut Yuli, hanya sebagai media belajar. Target utama kegiatan, anak-anak bisa mengorganisasi diri. Di kemudian hari, mereka akan menjalin jejaring dengan organisasi lain.

Forum juga menggagas yearly event, agenda tahunan. Tujuannya, anak-anak terlibat lebih banyak. Fasilitator mempersilakan anak-anak yang mengonsep acara. Dari kepanitiaan, tempat, hingga jenis kegiatan, semua digagas peserta. Cara ini, menurut Yuli, agar anak-anak tidak menjadi objek, tetapi menjadi subjek.

Dalam forum tersebut, seluruh peserta juga mengikuti review pengetahuan tentang eksploitasi dan kekerasan terhadap anak. Itu diperlukan karena anak-anak dinilai telah memiliki bekal pengetahuan sebelumnya. (mg11/isk/cel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *