Delapan Sekolah di Semarang Berkomitmen untuk Sekolah Ramah Anak

Sekolah selalu dikaitkan dengan pendidikan. Namun sebenarnya pendidikan dan sekolah merupakan dua hal yang berbeda. Sekolah hanya menjadi salah satu sarana saja dalam pendidikan. Sementara anak bisa mendapatkan pendidikan di rumah atau lingkungan sekitarnya.

Sekolah Ramah Anak  adalah sekolah atau tempat pendidikan yang secara sadar menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab. Prinsip utama adalah tidak membedakan kepentingan, hak hidup serta penghargaan terhadap anak. Sebagaimana dalam bunyi pasal 4 UU No.23/2002 tentang perlindungan anak yang mengatakan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup tumbuh dan berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Jadi dapat dipahami bahwa salah satu hak anak adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak untuk berpendapat dan didengarkan suaranya. Sekolah Ramah Anak memberikan peluang yang terbuka bagi anak agar berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial, serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak.

Dalam salah satu programnya, Yayasan Setara bekerja sama dengan 8 sekolah dampingan di beberapa wilayah di Kota Semarang guna mengembangkan Sekolah Ramah Anak. Sekolah tersebut adalah; SD Kuningan 01, SD Kuningan 02, SD Jomblang 03, SD Jomblang 04, SD PL Servatius, SD PL Vincentius, SD Islam Al-Iman, dan SD Muhammadiyah 01. Dalam realisasinya, Yayasan Setara memberikan sosialisasi serta intervensi dan edukasi pada sekolah-sekolah tersebut untuk perlahan-lahan mewujudkan Sekolah Ramah Anak.

Yayasan Setara menyadari bahwa Sekolah Ramah Anak tidak dapat terwujud dalam waktu yang singkat dan kilat. Tidak bisa juga hanya dalam waktu sebulan atau dua bulan.

Dalam kurun waktu kurang lebih 3 tahun, Yayasan Setara bersama 8 sekolah tersebut telah mengembangkan program Sekolah Ramah Anak. Mulai dari pendidikan anti kekerasan pada anak sampai disubtitusinya hukuman fisik di sekolah bagi anak. Delapan sekolah tersebut telah berkomitmen untuk terus mengembangkan sekolahnya menjadi Sekolah Ramah Anak. Penerapan dilakukan dari hal-hal yang sangat kecil. Semisal; berbaris sebelum masuk kelas, berdoa bersama, melibatkan anak dalam berbagai kegiatan di sekolah, dan lain-lain.

Sekolah-sekolah yang didampingi Yayasan Setara ini ada di beberapa wilayah rentan; rentan kekerasan dan anak jalanan. Maka, untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak, tidaklah mudah. Namun, komitmen sekolah terus mendorong kami untuk tidak menyerah walau banyak rintangan. Sekolah yang Yayasan Setara dampingi tidak berubah drastis tidak juga stagnan, hanya perubahan-perubahan kecil yang signifikan dan juga berrati untuk anak-anak.

Perubahan yang paling terlihat adalah; sudah tidak adanya guru yang melakukan kekerasan (berteriak, mencubit, memukul) pada anak ketika anak melakukan kesalahan, banyak anak yang melepaskan emosinya pada hal-hal positif seperti menggambar dan berkarya, sudah dibuatnya kebijakan sekolah yang lebih baik, anak yang turun ke jalan (menjadi anak jalanan untuk menjajakan koran atau mengamen) sudah sangat berkurang, partisipasi anak meningkat, dan orangtua turut serta dalam pengawasan anak.

Sekolah Ramah Anak bukan lagi menjadi mimpi jika pihak-pihak yang terkait saling bekerja sama danmemberi support positif. Yayasan Setara telah melakukannya di 8 Sekolah Dasar dan hal itu bekerja dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *