Hening Budiyawati, Selalu Ingat Pesan Ayah (Suara Merdeka, 2012)

SUARA MERDEKA, Minggu, 2 Desember 2012, Halaman 18

“Masa kecilku sangat menyenangkan. Karena kedua orangtua membebaskan saya dan saudara untuk melakukan apa saja,” ujar Hening Budiyawati.

Perempuan yang masih betah melajang ini memang tumbuh dalam keluarga berpendidikan dan berkecukupan di sebuah desa di Banjarnegara. Almarhum ayahnya adalah bekas kepala desa yang kemudian menjadi wakil rakyat di kabupaten tersebut. Sedangkan ibunya, seorang pendidik.

Bungsu dari tujuh bersaudara ini memang dibesarkan di kota yang tak memiliki anak jalanan seperti di Semarang. Begitu dia studi di Semarang karena kedekatan dengan sang kakak, ia melihat banyak anak-anak yang tak seberuntung dirinya. Anak jalanan menyentuh hatinya. Hal itu menjadi kegelisahan tersendiri bagi perempuan bersahaja ini, hingga kemudian memutuskan untuk berkecimpung dalam LSM bersama para anak jalanan.

“Tentu saja hal itu menjadi hal baru hingga kemudian saua tertarik untuk mengetahui lebih banyak,” katanya.

Pilihannya itu sempat menuai pertentangan dalam keluarga besarnya. Ketidak sepahaman persepsi dengan apa yang dilakukannya terhadap anak-anak jalanan menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga tentang masa depannya.  “Awalnya mereka tidak sepakat dan terjadi perdebatan cukup panjang karena saya dianggap tidak mempunyai pekerjaan yang jelas.”

Meski ayahnya sendiri juga sangat aktif dalam organisasi dan isu sosial, tetapi memutuskan menjadi pekerja sosial di Indonesia sebagai sebuah pekerjaan itu dianggap hal yang menggelikan bagi keluarganya.

“Menolong orang kan tidak harus masuk LSM,” ujarnya menirukan perkataan orangtuanya kala itu.

Tapi Hening membuktikan komitmennya hingga kemudian keluarga besarnya balik mendukung apa pun yang dilakukannya terutama untuk orang lain. Bisa jadi ayah membawa pengaruh besar dalam kehidupan saya ketika berkecimpung di bidang sosial. Tapi pada dasarnya saya suka juga dengan anak-anak. Itu juga menjadi alasan kenapa saya begitu memperhatikan hak mereka,” tutur putri pasangan Mulyono Hadiwisastro – Siti Suzaetatun.

Tak heran jika Hening selalu mengingat pesan sang ayah untuk selalu jujur dalam bekerja. “Karena uang yang kamu gunakan bukan uangmu jadi harus berhati-hati,” pesan ayahnya.

Dia menyadari tidak selamanya berkutat dalam kegiatan LSM. “Kelak saya akan tetap berkecimpung di dunia anak-anak, apapun bentuknya,” tegasnya. (92)

Noni Arnee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *