Hening Budiyawati, Sempat Ditentang Orang Tua (Radar Semarang, 2011)

Radar Semarang, 9 Januari 2011

KENDATI menjadi aktivis anak jalanan mengasyikkan, namun dialektika hidup tak berhenti di situ. Tentangan dari keluarga atas jalan karir yang dipilihnya, cukup menyita perhatiannya. Meski langkahnya untuk bersama anak jalanan tak kunjung padam. “Awal mulai aktif dan bergabung dengan PAJS, sempat muncul konflik keluarga. Keluarga besar saya mempertanyakan aktivitas saya. Dalam perspektif mereka, orang bekerja ya berada di kantor, bukan di jalanan. Berangkat pagi pulang sore. Bukannya memakai kaos dan gaji yang tidak jelas,” kisahnya.

Diakui Hening, konfliknya kala itu cukup keras. Keluarganya tak ada yang menjadi pegiat LSM seperti dirinya. Namun dia juga tak lelah untuk terus meyakinkan diri, akan pilihan hidupnya. Meski setiap tahun, keluarganya selalu memintanya mendaftar kerja tiap kali ada lowongan PNS, lembaga swasta atau lainnya.

Namun bapaknya anggota DPRD Banjarnegara setelah lepas dari jabatan kepala desa, cukup bisa memahami pilihannya. Sayang ibunya butuh waktu lama. “Baru tahun 2000, keluarga saya benar-benar bisa menerima dan memahami pekerjaan dan keputusan saya ini,” tandasnya.

Dan sebelum keluarganya menerima, Hening juga merasakan pahitnya menjadi seorang pejuang hak anak jalanan. Saking fokusnya dia melakukan pendampingan terhadap anak jalanan, setiap tahun selama 3 tahun berturut-turut (1998-2000) opname di rumah sakit gara-gara sakit tifus dan usus buntu. Namun semua itu tak menyurutkan langkahnya. Hening tetap bersikukuh dengan pilihannya hingga sekarang.

Bahkan sejak 2003, dia dipercaya sebagai anggota presidium Indonesia ACTs (Agent Cild Traficking) atau sebuah jaringan nasional yang konsen soal traficking. “Indonesia merupakan anggota Asia ACT yang beranggotakan 7 negara dan setiap tahun ada pertemuan rutin di Asia. Kadang ada kegiatan workshop dan training. Saya biasanya ke India, Bangkok, Filipina dalam konteks tersebut,” tuturnya. (ida nur layla).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *