Uncategorized

Ingin Dianggap Eksis Temannya (Wawasan, 2002)

Wawasan, 18 Desember 2002 

SEMARANG – Aktivis perlindungan anak Hening Budiyawati mengatakan, aksi penusukan yang dilakukan AJR (14), remaja kelas III SMP di Semarang, dan E (17), terhadap suporter Snex salah satunya didorong rasa solidaritas mereka terhadap kelompoknya.

Selain lingkungan, faktor psikologis juga berpengaruh demi “tantangan” yang hendak dia buktikan kepada rekan-rekan dikelompoknya. “Bisa jadi dia pengin dianggap eksis dan teman-temannya mengakui keberadaannya,” tukasnya kepada Wawasan, Selasa (17/21) semalam.

Hanya saja, kendati dilakukan anak-anak, aksi pidana itu tetap harus dipertanggungjawabkan yang bersangkutan.dalam upaya tersebut, aparat peradilan dari polisi, jaksa dan hakim harus mengedepankan hak-hak anak yang lain, misalnya anak harus didampingi pengacara suka rela alias rela tidak dibayar, serta pendekatan yang ramah terhadap anak-anak. Termasuk tidak memakai seragam saat manjalankan pemeriksaan. “Memang anak tersebut harus bertanggung jawab itu pasti, tetapi harus juga dikedepankan hak-hak anak yang lain,” katanya.

Dia mencontohkan, AJR yang saat ini masih bersekolah juga harus memperoleh pendidikan. Bahkan, penahanan semestinya menjadi pilihan terakhir bagi anak-anak. Tujuan penahanan antara lain menghindari pelaku melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya. Namun, jika anak masih berada dalam pengawasan orang tua dan memiliki itikad baik untuk melalui tahap rehabilitasi, penahanan sebaiknya ditangguhkan. “Anak juga harus tahu hak-haknya didampingi pengacara, dan tidak boleh mendapatkan kekerasan pada masa penyidikan,” lanjutnya.

Terpisah, pengacara yang fokus pada perempuan dan anak mengungkapkan, perlakuan terhadap pelaku pidana yang masih anak-anak tetap harus berpegang pada UU Perlindungan Anak nomor 23 Tahun 2002 dan UU Peradilan Anak nomor 3 Tahun 1997. Menurutnya, anak harus didampingi dari proses pemeriksaan di kepolisian sampai sidang di pengadilan. “Polisi, jaksa, dan hakim tidak boleh mengenakan seragam dan berpijak pada prinsip “the best interest for child,” katanya. rth-yan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *