Suara Merdeka, Rabu Wage, 20 September 2000 

SEMARANG – Kapoltabes Semarang didesak untuk mengusut laporan dugaan eksploitasi seks anak jalanan oleh oknum aktivis LSM di kota Semarang. Hal itu dilakukan untuk menghindari bertambahnya jumlah korban.

Koordinator Aliansi Anti Kekerasan dan Eksploitasi Seksual terhadap Anak, Fatah Muria meminta Kapoltabes Semarang Sr Supt Mathius Salempang untuk segera menahan oknum aktivis LSM yang diduga melakukan perbuatan tak senonoh terhadap anak jalanan (anjal ) yang didampinginya.

Hal itu, kata Fatah, untuk mencegah meningkatnya tindak kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap anjal. “Kapoltabes harus segera menahan aktivis LSM pendamping anak jalanan yang terlibat melakukan tindakan kekerasan dan eksploitasi seksual tersebut. Sebab saya kuatir kalau tidak segera ditangkap korban akan bertambah lagi,” jelasnya kemarin.

Dijelaskannya, setiap hari jumlah anjal yang menjadi kroban eksploitasi semakin meningkat. Jumlah korban yang mengadu ke dewan sebanyak 8 anak. “Padahal hingga kini terdeteksi sudah mencapai 14 anak,” tuturnya.

Maka menyayangkan pihak kepolisian yang hingga detik ini belum mengusut pelaku pelecehan terhadap anak tersebut. “Padahal para anak jalanan seakin terusik keamanannya oleh kelompok yang tak dikenal,” jelasnya. Dikatakannya, Rabu (15/9) lalu, para anak jalanan yang berkumpul di Manggala tiba-tiba diserbu oleh kelompok tak dikenal. Akibatnya dua anak diculik dan dibawa pergi. Salah satu diantara mereka diduga telah dianiaya dan diperkosa.

Menurut Fatah, dua korban berinisial YT dan RM kini sudah melaporkan ke Poltabes dan sudah divisum. Namun, setelah melaporkan kasus tersebut, YT kembali diculik selama satu malam dan diduga diperkosa. Sedangkan RM hingga kini masih diteror oleh orang tak dikenal (sur).