Kemah Budaya Forum Anak Anti-ESKA: Peduli Anak, Peduli Budaya dan Lingkungan (Harian Semarang, 2012)

HARIAN SEMARANG, Senin, 30 Januari 2012

Tak disangka, kemah budaya yang pengumpulan dananya melalui cara mengamen, bisa menghasilkan kegiatan yang sangat bermanfaat.

Forum Anak Anti-ESKA (Eksploitasi Seksual Komersial terhadap Anak), KPJS dan Komunitas Kemangi menggelar kegiatan tersebut di Lesehan Kopi Lelet, Jl Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu.

Mengusung lagu di antaranya Negeri Kami, Lumbung Padi, Pewaris Negeri, Kemangi, dan lagu-lagu populer seperti Serdadu, Bongkar, dan lainnya, acara “ngamen” juga dilakukan dengan penyebaran pamflet dan pemasangan poster. Kegiatan bertujuan untuk mendukung pemerdekaan anak negeri.

Dalam kesempatan ini, Forum Anak Anti-ESKA bekerjasama dengan Yayasan Setara menggelar temu kelompok anak dengan bandrol Kemah Budaya di Kelurahan Nangkasawit, Gunungpati, 22-23 Januari lalu.

Kegiatan yang diikhtiarkan sebagai wadah kampanye untuk menegakkan hak-hak anak ini diikuti 60 peserta dari kalangan pelajar, anak-anak kampung, dan anak jalanan (anjal).

Peserta terlihat antusias mengikuti acara, yang dihari pertama kegiatan diisi dengan pengenalan tentang Konvensi Hak Anak (KHA), pengenalan tentang Eksploitasi Seksual Komersial terhadap Anak (ESKA), dan pengenalan tentang Forum Anak Anti-ESKA.

Hari Kedua, acara diisi beragam workshop sastra oleh Kelana Siwi dan Iin Kurniawati, workshop teater oleh Babahe Widyo Leksono, workshop seni rupa oleh Tarom, workshop seni oleh Adi KPJ dan Arifin KPJ, serta workshop film oleh Zoex Zabidi. Acara dipungkasi dengan kegiatan cinta alam, meliputi penanaman pohon di sekitar lingkungan Kelurahan Nangkasawit. (dnr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *