Komunitas Forum Anak Anti-ESKA: Sosialisasikan Hak Anak ke Sesama (Suara Merdeka, 2012)

Suara Merdeka, 24 Oktober 2012

DIBIDANI Yayasan Setara, Forum Anak Anti Eksploitasi Seksual Komersial terhadap Anak (ESKA) dibentuk tiga tahun lalu. Forum tersebut merupakan wadah untuk menyampaikan aspirasi anak dalam mencegah terjadinya ekploitasi seksual komersial terhadap anak. Forum tersebut terdiri atas komunitas pelajar, komunitas kampung, dan komunitas jalanan.

Salah seorang penggagas forum yang juga pengurus Yayasan Setara, Yuli BDN, mengungkapkan, sesuai aturan yang ada pengertian anak yakni mereka yang berada di bawah 18 tahun.

Karena itu sebagian besar anggota Forum Anak Anti ESKA adalah mereka yang berusia belasan tahun.

“Memang ada yang berusia 19-20 tahun, tapi itu hanya beberapa. Mereka masih bisa aktif di forum untuk menjaga anggota lain yang masih anak-anak,” jelasnya saat ditemui Suara Merdeka di Sekretariat Yayasan Setara, Selasa (23/10).

Anggotanya kini sudah mencapai puluhan anak. Mereka tergabung dalam sembilan kelompok, yakni Gunungsari, Delikrejo, Batudemak, Sayung, SMA/SMK Muhammadiyah Demak, SMK PGRI Semarang, SMK Purnama, Simpanglima, dan Johar. Selain itu, beberapa anak jalanan di sekitar Poncol juga sering bergabung.

Hanya Mendampingi

Lebih lanjut dia menjelaskan, forum itu dibentuk khusus untuk menyoroti isu eksploitasi seksual komersial pada anak mengingat kecenderungannya yang meningkat.

Dalam dua tahun belakangan, dia mengungkapkan, maraknya tempat hiburan yang tergolong liar ternyata juga meningkatkan jumlah anak yang menjadi korban eksploitasi. Lewat forum itulah diharap kejadian tersebut tak semakin membesar.

Yuli juga mengatakan, forum tersebut dijalankan oleh para anak-anak sendiri. Pihaknya hanya mendampingi mereka saat berkegiatan.

Acara-acara yang digelar cukup banyak, seperti pentas seni, sarasehan, penerbitan buletin, dan juga pertemuan rutin.

Salah satu pengurus Forum Anak Anti ESKA, Florentina Asri, menambahkan, pertemuan rutin digelar sebulan sekali. Tempatnya bisa di mana saja, tergantung kesepakatan.

“Selain itu, ada juga pertemuan empat bulanan. Biasanya undangan kami sebar lewat SMS atau Facebook. Kami memang sengaja membuat grup di Facebook agar semua anggota bisa berinteraksi, selain memudahkan komunikasi,” ujar Asri yang menjadi pengurus di bidang informasi dan komunikasi.

Forum itu gencar melakukan sosialisasi tentang hak anak ke sekolah-sekolah dan juga kampung-kampung. Mereka bahkan melakukan observasi langsung ke lapangan untuk melihat realitas yang ada.

Di tengah gencarnya kampanye soal anak termasuk upaya menjadikan Semarang sebagai Kota Layak Anak, keberadaan lembaga seperti Forum Anak Anti ESKA layak mendapat apresiasi. (Adhitia Armitrianto-69)

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/10/24/203083/Sosialisasikan-Hak-Anak-ke-Sesama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *