Korban Penculikan, Butuh Dukungan Psikologis (Radar Semarang, 2010)

SEMENTARA itu, LSM siap melakukan pendampingan kepada korban penculikan, Ayu Fatnia, (lihat di SINI) sepanjang diminta. Koordinator Yayasan Setara Hening Budiawati mengatakan, untuk mengatasi trauma korban, dibutuhkan dukungan psikologis yang intens.

Menurut Hening, pihaknya siap mendampingi sepanjang ada rujukan. “Saya memang belum dapat kabar karena posisi masih di Jogja. Tapi kalau masuk rujukan, biasanya kami ditelepon untuk mendampingi,” katanya.

Hening menambahkan, butuh dukungan psikologis yang intens untuk mengatasi trauma yang dialami korban.

Butuh Pendampingan

Karenanya, korban harus terus dikunjungi di rumah.

“Ini lebih baik daripada diberi obat-obatan penenang seperti yang biasa dilakukan psikiater. Lebih baik didampingi secara intens, juga ada dukungan dari keluarga.”

Menurut Hening, di usia 16 tahun, korban harus banyak diajak ngobrol untuk mengalihkan perhatiannya pada kejadian tersebut. Namun, semuanya harus dilakukan dengan melihat kondisi korban dan seperti apa trauma yang dialami. “Kadang rencana yang sudah disiapkan, tidak pas saat diterapkan. Karena itu harus dilihat kondisinya dulu.”

Terlebih lagi bila korban juga mengalami kekerasan seksual. Hal tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan waktu yang agak lama. “Sebab korban masih shock dan terkena tekanan psikologis. Bebannya juga tergantung korbannya sendiri. Sebab tidak semua anak sama.” (ric/isk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *