Suara Merdeka, Sabtu, 29 Juni 2002

SEMARANG –¬†Korban sodomi oleh Agus Heri Purnomo alias Heri Kawat (23), yang tertangkap Kamis (27/6) petang diduga lebih dari dua orang. Hal itu didasarkan pada keterangan tersangka, yang mengaku mulai melakukan praktik penyimpangan seksual tersebut sejak setahun silam. Namun, hingga kemarin, masih diteliti.

Dua anak jalanan yang baru mengaku disodomi, masing-masing Yn (12) dan Rh (14).

Keduanya menjalani visum di RSUP Dr Kariadi untuk mengetahui adanya bukti tindak sodomi yang mereka alami. Namun, belum diketahui hasil visum yang rencananya akan dijadikan salah satu alat bukti untuk menjerat tersangka ke meja hijau.

Sementara itu, enam anak lain yang mengaku sering dipaksa melakukan oral seks oleh tersangka, mengaku takut jiwanya terancam. Salah seorang diantaranya, Rh (14) mengatakan, sebelum tertangkap, Heri Kawat sering mengancam akan melukai mereka jika berani melapor ke polisi.

Rh juga membenarkan, masih ada beberapa temannya yang sering diperlakukan tak senonoh, tapi belum melapor ke polisi.

Hal itu senada dengan hasil investigasi sejumlah LSM yang bergerak dalam perlindungan anak, yang menemukan bahwa para korban telah mengalami kekerasan seksual setahun lebih.

”Namun kebanyakan mereka tak berani melapor karena takut terhadap ancaman pelaku,” ujar Dedy Prasetyo, pengurus Yayasan Setara yang bergerak dalam pendampingan anak jalanan. (her-73