Lagu Pedih yang Menyentuh Hati (Suara Merdeka, 2007)

Suara Merdeka, 29 Desember 2007

Sepanjang lorong pelosok negri/menjadi saksi langkah hidupmu/seorang gadis kecil jejakan kaki meraih mimpi/harapan semu… DIIRINGI petikan dawai gitar Yoyok Setara, lagu “Rosario” itu mengalun lewat suara merdu Silvy. Sesekali Andy menimpali dengan gesekan biola. Maka, hadirlah komposisi yang menghanyutkan hati.

Tak ayal, lagu yang berkisah tentang Rosario, gadis kecil di Filipina yang jadi korban kekerasan seksual itu, memukau 50-an siswa SMA PGRI Kendal. Kisah Rosario kecil yang akhirnya meninggal dunia akibat kekerasan seksual itu menggegerkan Filipina pada 1980-an.

Pada usia muda maut menjemputmu/lantaran orang asing pesakitan/pecahkan vibrator di jiwamu/hingga bertahun sakit tertahan…

Ya, Yoyok dan kawan-kawan memang sedang “berkonser” di sekolah itu sebagai pembuka pementasan musikalisasi puisi. Kehadiran mereka tak lain sebagai rangkaian kampanye antikekerasan seksual terhadap anak-anak.

Oo, Rosario gadis jalanan/bertemu orang seakan dewa/nyatanya hanya agen pemangsa….”

Lagu itu sekaligus menjadi pembuka pementasan musikalisasi puisi yang antara lain didukung Bowo Kajangan dan Kelana. Tepuk tangan pun bergemuruh, ketika Silvy menyudahi tarikan vokalnya.

Selepas itu, Yoyok cs kembali mendendangkan lagu yang berjudul “Ibu”. Lagu yang menggambarkan ketegaran seorang ibu itu juga tak kalah menarik. Syair-syairnya, kendati sederhana, cukup kuat menancap di hati para pendengar.

Kehidupan Jalanan

Yoyok Setara, seniman asal Lampung yang besar di Semarang, memang pernah tumbuh di jalanan. Tak heran jika hampir semua karyanya menggambarkan perih kehidupan anak jalanan.

Lewat lagu-lagunya, Yoyok berhasil mengajak pendengar ikut merasakan penderitaan orang lain. Paling tidak, dalam pementasan di SMA PGRI Kendal itu, dia berhasil mengajak para siswa bernyanyi bersama-sama.

“Lagunya menyentuh. Apalagi suara Mbak Silvy bagus,” kata Dian, salah seorang siswa.

Dia berharap suatu saat kelak, Yoyok dan kawan-kawan bisa kembali hadir ke sekolah. Boleh jadi, dengan menghadirkan lagu-lagu yang lain.

Kepala SMA PGRI Kendal, Puji Hastuti, berharap setelah mendengarkan musikalisasi puisi dari Yoyok Setara Merdeka, para siswa lebih punya rasa dan kepedulian terhadap alam sekitar.

“Setelah ini, saya berharap anak-anak mempunyai kepekaaan. Sebab, hidup ini beraneka ragam.” (Achiar M Permana-53)

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0712/29/bud05.htm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *