Suara Merdeka, Sabtu, 24 Juli 2004

ANAK jalanan yang sekarang banyak ditangani lembaga sosial masyarakat (LSM) dengan pelbagai nama, ternyata sudah membuat ”heboh” sejak 1996. Kala itu sekelompok relawan yang bergabung dalam LSM Setara yang belum berbadan hukum, menampung beberapa anak jalanan dalam sebuah rumah. Penampungan itu untuk memberikan arahan sebelum mereka dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

Tiba-tiba pada suatu malam sekitar pukul 01.00, sekelompok pemuda datang memorak-porandakan rumah singgah itu. “Kami tidak mengenal mereka. Juga tidak tahu alasan mereka, mengapa menyerang kami. Sejak itu kami menghentikan kegiatan karena keadaannya belum mendukung,” kata Hening udiyawati, pengurus harian Setara, Rabu (21/7) siang, sesaat setelah mengisi acara majalah udara ”Kharisma Wanita”, di RRI Pro Station Semarang.

Tema siaran kali itu ”Anak Jalanan, Punya Siapa?” yang mengupas kemerebakan anak jalanan akhir-akhir ini.

Yayasan Setara adalah lembaga swadaya masyarakat yang khusus bergerak dalam bidang penanganan anak jalanan. Lembaga ini baru berbadan hukum pada 21 April 1999. Tampil bareng dalam “Kharisma Wanita” adalah Yayasan Kepodang dan Koalisi Komunikasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KKP3A).

“Setara adalah LSM yang kali pertama menangani anak jalanan,” kata Hening. Kepada Suara Merdeka, Hening (29) pun berkisah, pada 1993 Setara semula relawan yang terdiri atas kelompok pemuda. Mereka terpanggil memperhatikan dan mengintervensi anak jalanan di Semarang. Tujuannya, memberikan layanan dan perlindungan bagi anak-anak, khususnya kelompok anak yang memerlukan perlindungan khusus. Selain itu, menumbuhkan, mengembangkan, dan memajukan penghormatan terhadap hak-hak anak.”Kini sudah lebih dari 200 anak ditangani Setara dengan metode dan pendekatan yang berbeda,” kata Hening.

Jika ingin melihat salah satu kegiatan terbukanya, pembaca bisa menyaksikannya pada saat-saat tertentu, tak jauh dari lampu bangjo, tempat anak jalanan suka mangkal. Di situ ada sekelompok anak yang berkumpul seperti rapat, dipimpin satu-dua orang. Dalam forum seperti itu Setara mengarahkan dan membimbing mereka agar tidak berkeliaran di jalan. Selain bentuk semacam itu, Setara juga mengadakan pertemuan rutin para orang tua untuk pembinaan.

Yayasaan yang beralamat di Jalan Tumpang Raya Semarang itu diketuai Prof Dr Ph Dewanto MEd, Sekretaris Dr Esmi Warassih SH MHum, dan Bendahara Dra Frieda NRH MSi dengan anggota Drs Darmanto Jatman SU, Mohammad Farid, Andriani Sumantri Sumampaw, dan Odi Shalahuddin. Selain Hening Budiyawati sebagai pengurus harian adalah Winarso (nonaktif) dan Y Dedy Prasetia. (hm-89i).

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/harian/0407/24/kot12.htm