Semarang Dicanangkan Sebagai Kota Layak Anak (Tribun News, 2012)

Tribunnews, Minggu, 7 Oktober 2012

TRIBUNNEWSCOM  SEMARANG,  – Pemerintah kota Semarang mencanangkan diri sebagai kota Layak Anak di taman Keluarga Berencana di jl menteri Supeno Sabtu (6/10/2012). Hal itu berdasarkan penghargaan yang diterima pemkot Semarang dari kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai kota layak anak pratama.

Kepala bidang pemberdayaan perempuan Bapermas Noengky Oktarina mengatakan, kota Semarang memenuhi empat kriteria kota layak anak. Kriteria yang dimaksud adalah memenuhi hak anak yaitu hak hidup, tumbuh kembang, partisipasi dan perlindungan.

“Ada lima kluster yang harus bergerak yaitu pendidikan, kesehatan, perlindungan, infrastruktur dan lingkungan hidup,” katanya di sela-sela acara.

Ia menyebutkan, hal-hal yang dilakukan pemkot tidak hanya berupa sekadar taman bermain tetapi juga program lainnya semisal sosialisasi asi eklusif hingga menyediakan kurikulum ramah anak. Ada juga program pemberdayaan dengan anak jalanan.

Noengky menambahkan bahwa dari kota layak anak tidak hanya berkonsentrasi pada pendidikan tapi juga  segi infrastruktur. Ia mengatakan di masa mendatang juga harus memperhatikan anak berkebutuhan khusus, misalnya membangun jalur khusus di ruang publik.

Dalam sambutannya, plt wali kotaSemarang menyebut di Semarang ada beberapa fasilitas untuk anak. Ia menyebut, antara lain 155 rumah pintar dan paud, ada juga forum anak di 16 kecamatan di 177 kelurahan.

Aktivis LSM Setara yang bergerak di bidang anak  Tri Putranti Novitasari (30), menyatakan bahwa anak jalanan juga membutuhkan perhatian. Ia menyebut dari lima daerah di Semarang yang didampinginya, tercatat ada 421 anak jalanan.

“Ada budaya dari lingkungan yang mempengaruhi anak jalanan,” katanya.

Selama melakukan pendampingan ia menemukan bahwa kehidupan anak jalanan seperti terpola. Faktor lingkungan semisal ekonomi, hingga budaya dari lingkungan membuat anak sulit kembali. Perlu ada pendampingan khusus,

Dalam acara itu 275 anak turut berpartisipasi. Ada 25 anak jalanan, forum 25 anak, panti asuhan 50 orang dan perwakilan dinas pendidikan 100 anak. (bbb)

Sumber: http://m.tribunnews.com/2012/10/07/semarang-dicanangkan-sebagai-kota-layak-anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *