Semarang Rawan Perdagangan Anak (Suara Merdeka, 2009)

SUARA MERDEKA, 15 Oktober 2009 

SEMARANG BARAT– Perdagangan anak dan perempuan perlu diwaspadai di kota besar semacam Semarang. Sesuai data yang disajikan Yayasan Setara Semarang terdapat dua kasus menonjol berkaitan hal itu di tahun 2009. Selebihnya  satu kasus  yang ditengarai serupa namun tak bisa dibuktikan.

’’Kejahatan itu modusnya mengiming imingi anak atau perempuan untuk bekerja sebagai PRT atau di restoran. Namun tidak tahunya malah dijerumuskan ke pelacuran,’’ kata Koordinator Setara, Hening Budyawati, seusai menjadi pembicara dalam seminar ’’Perlindungan Hak Anak yang Diperdagangkan Berdasarkan Standar Hak Asasi Manusia’’ di Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Provinsi Jawa Tengah, Selasa (13/10).

Dijelaskannya, anak atau pun perempuan umumnya tergoda memenuhi tawaran lantaran kondisi ekonomi. Mereka merasa tidak ada hal lain kecuali secepat mungkin mendapat pekerjaan.

Kendati rawan kejahatan, Semarang sejauh ini hanya sebagai lokasi transaksi. Korban justru berasal dari daerah lain yang terbujuk rayuan pihak tak bertanggung jawab. ’’Contohnya  dua kasus di 2009, korbannya berasal dari Grobogan dan Surabaya,’’ papar Hening.

10 Anak  

Yayasan Setara mencatat pada 2000 lalu 10 anak diberangkatkan ke Medan dan Batam dari Semarang. Namun hingga kini, baru satu anak yang diketahui keberadaannya dan termonitor oleh Setara. Itu pun setelah dia nekat pulang ke Jawa sementara yang lain tidak ada lagi kejelasan nasibnya.

Untuk menekan kejahatan perdagangan perempuan dan anak, kata Hening, dibutuhkan kejelasan regulasi dari Pusat hingga daerah. Pada tingkat daerah kebijakan menelurkan Perda dirasa menjadi sangat perlu.

Odi Shalahudin dari Yayasan Samin mengingatkan, perlu diwaspadai pola    perekrutan dalam kejahatan anak dan perempuan. Sebab perekrutan  ada yang melibatkan orang dekat. (H41-87)
(/)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/10/15/84052/Semarang-Rawan-Perdagangan-Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *