Penempelan Stiker anti kekerasan seksual terhadap anak (Dok. Setara)

Penempelan Stiker anti kekerasan seksual terhadap anak (Dok. Setara)

 

BERNAS, Kamis Pon, 1 Juni 2000 

Semarang, Bernas, Dalam rangka memperingati hari Anak Internasional (HAI) 1 Juni besok, Yayasan Setara Semarang akan melakukan kampanye anti eksploitasi seksual terhadap anak, terutama anak-anak jalanan.

Koordinator Biro Advokasi Setara, Yulianingrum dan Th Bambang Pamungkas, Koordinator Pelaksana Kampanye, Rabu (31/5) menjelaskan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tahun 1999 lalu, hampir seluruh anak jalanan perempuan pernah mengalami pelecehan seksual.

30 persen kehilangan keperawanan akibat perkosaan. Sementara 46,4 persen anak berada dalam prostitusi dan ditemukannya indikasi anak jalanan perempuan menjadi korban sindikat perdagangan anak untuk tujuan seksual. Sedang anak jalanan laki-laki, meski belum banyak terungkap, juga menjadi sasaran obyek seksual para orang dewasa.

Karena itu, kata Yulianingrum, dalam peringatan HAI tahun 2000 ini, Yayasan Setara akan berkampanye dengan menyebarkan stiker di beberapa lokasi pada hari ini, Kamis (1/6). Seperti di kawan Tugu Muda Semarang, Pasar Johar dan kawasan Simpanglima Semarang dari pukul 09.00 – 11.00.

Sedangkan sasaran kampanye penempelan stiker adalah mobil dan publik yang berada di sekitar lokasi kampanye.

Ditandaskan oleh Th Bambang Pamungkas, setelah Indonesia meratifikasi Konvensi Hak-hak Anak PBB melalui Kepres Nomor 36 / 1990, maka Hak Anak harus dilindungi. Karena itu segala bentuk pelecehan seksual terhadap anak adalah melanggar 35 KHA.

Menurutnya, yang patut disayangkan adalah hingga sejauh ini sosialisasi mengenai hak-hak anak yang merupakan kewajiban negara belum banyak dilakukan. (rif).