Shinta Nuriyah Kritik Penanganan Anjal (Radar Semarang, 206)

RADAR SEMARANG, Senin, 9 Oktober 2006

SEMARANG – “Hayo, siapa yang tidak puasa?” tanya Shinta Nuriyah Wahid kepada sekitar 200 anak jalanan dan anak panti asuhan, kemarin. Hanya beberapa anak dengan malu-malu mengacungkan jari. Namun, dengan tersenyum, istri mantan presiden Gus Dur ini mengatakan bahwa anak-anak yang mengacungkan jarinya tersebut merupakan anak yang baik. Sebab, mereka berani berkata jujur.

“Bagus itu, anak yang jujur pasti di sayang Allah. Tapi besok kalau sudah mampu, ya ikut berpuasa ya,” tambah istri mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini.

Demikian sekelumit dialog antara Shinta dan anak jalanan dan anak panti asuhan di rumah dinas Wakil Ketua DPRD Jateng Abdul Kadir Karding di Jalan Papandayan Semarang, Minggu (8/10). Anak-anak jalanan (anjal) asuhan Yayasan Setara dan anak panti asuhan Ponpes Iskandariyah Ngaliyan ini sengaja diundang oleh DPW PKB Jateng untuk buka puasa bersama.

Mantan first lady ini mengemukakan persoalan-persoalan klasik yang dihadapi anak jalanan. Mulai dari kekerasan di jalan, eksploitasi anak jalanan, pelecehan seksual sampai perhatian pemerintah yang kurang. Menurutnya, anak-anak jalanan tersebut sebenarnya juga aset bangsa yang harus dijaga dan diberi perhatian lebih. “Saya merasa prihatin mengapa persoalan anak-anak jalanan ini tak kunjung ada solusinya, bahkan cenderung dibiarkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Akan Galang Penanganan

Dia menambahkan, semestinya dinas sosial harus mampu mengatasi persoalan anak jalanan ini. Minimal mengurangi jumlahnya yang banyak bertebaran di kota-kota besar.

Sebab itu, ia merasa gembira jika ada lembaga swadaya masyarakat yang telah dengan sukarela mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang positif untuk anak jalanan. “Tapi saya juga menyesalkan jika ada pihak-pihak yang justru mengeksploitasi mereka,” tambah Shinta.

Dijelaskan, ia berencana mengorganisasi semua pihak yang berpotensi untuk membantu mengatasi persoalan anak-anak jalanan. Hal senada juga disampaikan ketua DPW PKB Jateng Abdul Kadir Karding. Sebagai anggota legislatif, pihaknya segera akan membentuk tim yang akan secara khusus menangani problem kaum urban dan anak-anak jalanan.

Menurut penjelasannya, persoalan anak jalanan saat ini sudah mulai dilupakan termasuk oleh pemerintah. Anak jalanan dan segala persoalannya, tambah Kadir, tidak lagi menjadi bahan kajian untuk dicarikan solusinya.

“Ada penurunan dibandingkan dulu, sehingga tim PKB akan berusaha mengkaji persoalan ini kemudian meneruskannya kepada pemerintah maupun pihak-pihak yang berkompeten,” ucak Kadir didampingi Humas DPW PKB Jateng Sukirman. (ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *