Suara Merdeka (2014): Ratusan Anak Antusias Ikuti Workshop Peringatan 25 Tahun KHA

Longmarch peserta ke kantor Gubernur (Dok. Setara)
Longmarch peserta ke kantor Gubernur (Dok. Setara)

SEMARANG, suaramerdeka.com– Sejumlah anak dari berbagai yayasan pendampingan anak-anak di daerah Jawa Tengah, DIY dan Bali, Sabtu (22/11), antusias mengikuti Workshop Anak bertajuk “Suaraku untuk Dunia Yang Lebih Baik”. Kegiatan ini dalam rangka Peringatan 25 Tahun Konvensi Hak Anak (KHA) di Hotel Saraswati Semarang dan TBRS. Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Setara adalah sebuah Organisasi Non Pemerintah yang bekerja pada isu hak-hak anak.

Workshop dibagi menjadi empat kelompok yakni Musik, Teater, Menulis dan Menggambar. Masing-masing kelompok didampingi oleh fasilitator. Koordinator Acara Yuli Sulistiyanto mengatakan, sudah 25 tahun KHA diadopsikan. Namun demikian situasi anak-anak di dunia hingga saat ini masih membutuhkan perhatian dan aksi nyata dari Negara untuk memenuhi hak-hak mereka.

Negara Indonesia yang telah meratifikasi KHA sejak 24 tahun juga masih menghadapi persoalan yang sama. Berbagai masalah situasi anak masih belum lebih baik seperti masih banyak anak-anak menjadi korban perdagangan. “Situasi yang menjadi keprihatinan pada satu tahun terkahir ini adalah banyaknya terungkap kasus-kasus eksploitasi atau kekerasan seksual terhadap anak, baik anak perempuan maupun anak laki-laki,”katanya. Menurutnya, situasi ini tentunya harus menjadi keprihatinan bersama dan menjadi kewajiban setiap Negara untuk mengambil langkah-langkah bagi
pemenuhan hak anak.

Yuli menambahkan, refleksi pelaksanaan KHA menjadi satu media bagi berbagai kelompok anak untuk memberikan pendapat atau pandangannya mengenai situasi yang dialami terkait dengan hak-hak mereka semenjak KHA diadopsi. Terutama setelah diratifikasi oleh Negara Indonesia.

Selanjutnya, hasil pandangan anak akan menjadi sebuah deklarasi yang kemudian nantinya akan terus dikawal di masing-masing daerah. “Ini juga menjadi salah satu prinsip yang dimandatkan dalam KHA dan konstitusi Negara, yaitu penghargaan terhadap pandangan anak,”harapnya.

Salah satu peserta Putri mengatakan, dia senang ikut ke dalam kelompok workshop menggambar sesuai dengan hobinya menggambar. Dia berharap anak-anak Indonesia bisa mendapatkan hak-haknya seperti dalam pendidikan dan kesehatan.
(Yulianto/ CN40/ SM Network).

23 November 2014,

Sumber: Suara Merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *