Pak Ganjar Ngajar

Lekat di benak kita sosok Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang sangat dekat dengan masyarakat dan mencintai anak-anak. Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang telah memulai gerakan memajukan hak-hak anak sejak tahun 1993 di kota Semarang, Yayasan Setara menjadi pelaksana Kegiatan ‘Ganjar Mengajar’.
Kegiatan yang bertemakan “Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Sekolah dan Penggunaan Internet Sehat” ini digelar di SD Kuningan 01 Kelurahan Kuningan, Semarang pada Sabtu, 26 November 2016 mulai pukul 7 pagi.  ‘Ganjar Mengajar’ sendiri merupakan program Gubernur Jawa Tengah yang bertujuan memberikan  motivasi kepada  masyarakat, para pendidik, dan anak-anak mengenai  pencegahan kekerasan dan penggunaan internet sehat. Lebih dari 500 anak-anak akan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kuningan merupakan salah satu wilayah di Semarang yang masih memiliki imej ‘hitam’ di mata masyarakat. Tidak jarang, kekerasan fisik, psikis dan seksual terjadi di daerah tersebut. Tidak hanya di Kuningan, dari catatan Yayasan Setara, kasus kekerasan selama 2016 terjadi 90 kasus dengan korban jenis kelamin perempuan 31 orang, laki-laki 59 orang. Dengan rincian, kasus kekerasan seksual 34 kasus (16 perempuan, 18 laki-laki), kekerasan lainnya 56 kasus (15 perempuan, 41 laki-laki). Oleh karena itu, kehadiran tokoh diharapkan dapat memberikan perubahan sekecil apapun terhadap upaya memerdekakan anak atas kehidupannya.
Tahun 2016 menjadi tahun ke-tiga kalinya Yayasan Setara melaksanakan kegiatan ‘Ganjar Mengajar’ setelah dua tahun sebelumnya dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda. Peserta di kegiatan ‘Ganjar Mengajar’ adalah dari berbagai Sekolah Dasar di Semarang; SD Kuningan 01- 04, SD Bhineka, SD Miftahul Huda, SD Vincentius dan SD Al- Iman.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Anak Internasional, dimana Yayasan Setara mengumandangkan Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Terhadap Anak yaitu sejak tanggal 20 November – 10 Desember 2016. Dalam rangkaian kampanye ini, Yayasan Setara menggencarkan sosialisasi serta penolakan terhadap kekerasan anak. Hastag #SaringSharingmu juga diluncurkan di berbagai media sosial sejak pembukaan acara Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Anak dengan tagline “Saring apa yang kamu sharing, saring apa yang kamu browsing.”
Hastag dan Tagline tersebut diharapkan dapat mendorong semua pihak  agar  memberikan perhatian ke anak-anak untuk lebih bijaksana lagi dalam mengakses internet, mereka bisa menyaring kembali apa yang selayaknya mereka sharing dan apa yang seharusnya mereka browsing di internet ataupun media sosial. Mengingat bahwa anak mempunyai kerentanan berbagai ancaman dan kepekaan dalam proses tumbuh kembangnya.