Memperingati Hari Anak Sedunia dengan Pesta

Hari Anak Sedunia! Sudah pasti tidak asing lagi buat kita. Ya, hari anak sedunia sudah diperingati sejak tahun 1959. PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat peringatan Hari Anak Sedunia dengan mengadopsi deklarasi hak-hak anak.
Kenapa, sih, harus ada Peringatan Hari Anak Sedunia? Ditujukan untuk menghormati dan menjunjung tinggi serta mengingatkan lagi pada kita semua mengenai hak-hak anak. Walau adopsi Konvensi Hak Anak sudah mencapai kemajuan yang baik, tapi masih ada jutaan anak diluar sana yang terabaikan. Indonesia pun termasuk salah satu negara yang menandatangani KHA, namun nasib anak-anak pun masih banyak yang belum terpenuhi.
Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan mengenai hak dan kewajiban anak. Misalnya; kematian anak di bawah usia lima tahun sudah sangat berkurang, hampir 98% anak-anak berusia 7-12 tahun mendapat pendidikan sekolah dasar, dan angka kemiskinan pun sudah berkurang.

Masih teringat jelas beberapa kasus kekerasan seksual yang belakangan ini terus mengisi headline berita. Kasus kekerasan seksual dengan cara yang sadis membuat hati ngilu, lebih miris lagi ketika mengetahui yang menjadi korban kekerasan seksual itu adalah anak-anak.
Pada realitanya, anak-anak memang selalu dekat dan rentan pada kekerasan dan eksploitasi. Kekerasan ini terjadi di lingkungan terdekat, baik sekolah maupun keluarga. Anak juga rentan terhadap pada penjerumusan ke prostitusi dan perdagangan untuk tujuan seksual.
Sementara itu, di era yang  serba modern akan kemajuan teknologi, anak makin menjadi mangsa empuk bagi para predator untuk dijadikan pemuas nafsu dan bisnis perdagangan manusia.  Acapkali perlindungan terhadap anak makin susah dilakukan oleh para orang tua dengan adanya salah satu gadget berjenis ponsel pintar yang seolah dibutuhkan oleh setiap anak. Salah satu bentuk kejahatan online (cyber crime) adalah seluruh kegiatan yang bersifat seksual, mulai dari percakapan seksual, memosting foto baik secara sukarela ataupun paksaan, dan banyak lagi.
Yayasan Setara sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang telah memulai gerakan memajukan hak-hak anak sejak tahun 1993 di kota Semarang, memperingati Hari Anak Sedunia dengan menyelenggarakan Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Terhadap Anak yaitu sejak tanggal 20 November – 10 Desember 2016. Dalam rangkaian kampanye ini, Yayasan Setara menggencarkan sosialisasi serta penolakan terhadap kekerasan anak. Hastag #SaringSharingmu juga diluncurkan di berbagai media sosial sejak pembukaan acara Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Anak dengan tagline “Saring apa yang kamu sharing, saring apa yang kamu browsing.”

Pesta Anak Merdeka ini merupakan salah satu langkah untuk menghormati hak-hak anak, karena dalam acara tersebut, berbagai karya anak ditampilkan. Tidak lupa, anak-anak yang ingin mengekspresikan dirinya di panggung pun diberi ruang.
Selain panggung dan booth, anak-anak yang berasal dari sekolah dasar di berbagai wilayah Kota Semarang ini juga disediakan berbagai mainan tradisional. Dalam acara Pesta Anak Merdeka, anak-anak diajak untuk mengingat lagi hak-hak mereka tanpa melupakan kewajiban.