Forum Guru, Gotong Royong Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Dalam perjalanannya, Yayasan Setara berkomitmen untuk menegakkan hak-hak anak.Upaya-upaya terus dilakukan, baik dalam mengedukasi anak-anak maupun orangtua serta guru. Yayasan Setara mendampingi 5 Kampung dan 8 Sekolah Dasar di daerah merah di Kota Semarang.

Guru merupakan salah satu pilar penting dalam tumbuh kembang anak, apalagi di daerah merah. Kerawanan mengenai kekerasan tidak hanya bisa terjadi di lingkungan rumah, namun juga di sekolah. Oleh karena itu, Yayasan Setara merangkul guru untuk membentuk suatu forum dari 8 sekolah, di mana akan ada pertemuan yang tujuannya memberi edukasi kepada guru mengenai seputar dunia anak.

Yayasan Setara telah bekerjasama dengan 8 Sekolah Dasar di Kota Semarang dalam rangka membangun dan mengembangkan Sekolah ramah anak sejak tahun 2012 yang merupakan satu gagasan yang dimunculkan dalam Rencana Aksi Nasional Penanganan Kekerasan Terhadap Anak (RAN PKTA) yang diatur dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 2 tahun 2010.

Beberapa kegiatan rutin dilakukan bersama 8 Sekolah Dasar yaitu kegiatan kelompok anak, sosialiasi ke orang tua murid, dan diskusi internal guru. Yayasan Setara juga mengembangkan forum guru yang terdiri dari perwakilan 8 Sekolah Dasar sebagai wadah untuk sharing antar sekolah dan peningkatan kapasitas untuk guru dari 8 Sekolah Dasar tersebut. Setiap pertemuan, tiap sekolah mengirimkan 3 perwakilannya, yang kemudian dari 3 perwakilan tersebut akan menyebarkan materi yang di dapat kepada guru-guru lain di sekolahnya masing-masing.

Dalam forum guru, materi yang diberikan merupakan hasil diskusi dan kesepakatan antar guru. Jadi, dipastikan bahwa materi-materi yang Yayasan Setara berikan merupakan apa yang dibutuhkan oleh guru. Narasumber yang Yayasan Setara datangkan pun sesuai dengan bidangnya dan berkompeten.

Beberapa agenda forum guru yang pernah dilaksanakan;

No Lokasi Materi Pemateri
1. SDN 04 Jomblang Hak-hak Anak sebagai bagian penting Hak asasi manusia Mohammad Farid (Mantan anggota KOMNASHAM)
2. SDN 02 Kuningan Semarang Kebijakan Sekolah Ramah anak di Kota Semarang Dinas Pendidikan Kota Semarang
3. SDN 03 Jomblang Mengenal Perilaku anak di Sekolah dan Bagaimana menghadapinya dengan tepat Frieda NRH (Psikolog dan Dosen UNDIP)
4. SD Islam Al-iman Mekanisme penanganan Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Semarang Ninik Jumonita (Fulltimer PPT Kota Semarang)
5. SD Islam Muhamadiyah Memahami Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Dr.Puspita Jauharil Fara (Bagian Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Tengah)
6. SD PL Servatius Memahami pendidikan partisipatif anak melalui program sekolah ramah anak Bahrudin ( aktivis dan penggerak sekolah alternative Qhoriyah Toyibah )
7 SD N Kuningan 01 Berbagi pengalaman  tentang Perlindungan anak berbasis masyarakat Suranto (aktivis anak , mantan mitra PLAN Rembang dan Kebumen
8 SD N Kuningan 01 Mekanisme dan prosedur penanganan kasus Ninik Jumonita (Fulltimer PPT Kota Semarang)
9. SD N Jomblang 03 Pengembangan peraturan tanpa penghukuman fisik disekolah Odi Shalahudin (direktur SAMIN Jogyakarta.
10 SD N Jomblang 04 Metode penanganan kasus Anak Kuriake Kharismawan,Psi.Msi

Dosen Psikologi UNIKA Semarang

Kegiatan ini sendiri berjalan dengan lancar sejak 2014 – April 2017 dengan pertemuan rutin setiap bulannya.

Dengan berakhirnya program, bukan berarti komitmen 8 sekolah ini dalam mewujudkan sekolah ramah anak berakhir juga. Yayasan Setara tetap melakukan pendampingan di 8 sekolah tersebut.

Pun 8 Sekolah dasar tersebut telah menghasilkan kebijakan mengenai sekolah ramah anak di sekolahnya masing-masing, misalnya hukuman fisik yang telah diganti menjadi sanksi bermanfaat untuk anak, serta tidak ada lagi kekerasan di sekolah.

Hal ini merupakan salah satu langkah besar untuk sekolah-sekolah dasar di daerah merah kota Semarang. Bahwa di manapun, sekolah ramah anak bisa diwujudkan dengan kerjasama dan komitmen yang kontinu.

Mari, wujudkan sekolah ramah anak! (irk)