Tak Mendidik, Tayangan “Tukar Nasib Anak” Diminta Dihentikan (Tempo Interaktif, 2009)

TEMPO INTERAKTIFSenin, 23 November 2009 

TEMPO Interaktif, Semarang -Yayasan Setara Semarang meminta agar acara “Tukar Nasib Anak” yang ditayangkan stasiun televisi SCTV segera dihentikan.

“Tayangan tersebut tidak mendidik, lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya,” kata Koordinator Yayasan Setara Semarang Hening Budiyawati kepada Tempo, Senin (23/11).

Acara “Tukar Nasib Anak” menampilkan beberapa anak desa yang dipinjam untuk hidup di kota. Sedangkan lawannya anak-anak kota yang dibawa ke desa untuk menjalani kehidupan di pedesaan selama tiga hari.

Bahkan di dalam tanyangan tersebut ada tulisan “anak desa vs anak kota”. Anak desa diidentikan dengan kehidupan yang miskin sedangkan yang anak kota hidup mewah dengan rumah bagus dan makanan enak.

Hening menilai, menghadap anak antara si kaya dengan si miskin sudah tentu tidak bijak. “Apalagi cuma tiga hari, apa yang kemudian akan didapat?” tukasnya. Hening merasa prihatin karena anak desa yang hidup di kota selama tiga hari maka setelah itu anak tersebut akan membayangkan bisa hidup di kota terus.

Selain itu, tayangan tukar nasib justru akan memberi stigma bagaimana kehidupan anak desa dan anak kota. Hening meminta agar acara televisi harus memuat pendidikan yang baik bagi si pengisi acara maupun untuk kebaikan penonton atau masyarakat.

“Jangan hanya mengejar keuntungan dan ratting saja,” kata dia. Akhir-akhir ini, kata Hening, tayangan yang tidak mendidik justru semakin banyak dan semakin gamblang. Tayangan itu umumnya menampilkan seorang anak yang selalu menyakiti teman atau orang tuanya. “Ini berbahaya bagi anak karena anak bisa cepat meniru dari gambar visual,” katanya.

Divisi Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah Zainal Abidin Petir belum bisa memutuskan apakah akan meminta penghentian acara Tukar Nasib Anak.

“Kami masih mengkajinya,” kata Zainal. Yayasan Setara merupakan lembaga yang selama ini bergelut dalam pendampingan anak.

ROFIUDDIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *