Wahyudi, pemerkosa anak kandung akhirnya ditangkap polisi (Merdeka, 2012)

Merdeka,  12 Oktober 2012

Polisi akhirnya menangkap Wahyudi (36), pelaku perkosaan terhadap anaknya, NK (14) di Desa Jubuk, Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Polisi menangkap ayah lima anak itu setelah ibu korban, Mawarti, melaporkan kejadian itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta.

Setelah mendapat laporan, Ketua Dewan Penasihat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Seto Mulyadi langsung mendatangi Polda Jawa Tengah, Selasa (9/10). Kak Seto datang ditemani petugas Kementerian Sosial Beny Sujarwo, petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) PSMP Antasena Magelang, Emka Agung dan Junaidi serta perwakilan Yayasan Setara Kota Semarang Hening.

Saat bertemu dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Didiek Sutomo Triwidodo dan Direskrim Polda Jateng Kombes Pol Didit Widjanardi, Kak Seto mendesak agar kasus tersebut ditindaklanjuti.

“Dalam pertemuan itu intinya menyatakan akan menindaklanjuti terkait laporan adanya kasus pemerkosaan ayah terhadap anak kandungnya di Temanggung. Selain akan menindaklanjuti segala kasus yang terkait upaya tindak kekerasan yang menimpa anak,” kata Emka Agung, Jumat (12/10).

Usai pertemuan, petugas dari Polsek Parakan dan Polres Temanggung esok harinya langsung menangkap Wahyudi saat tengah berdagang sepatu di Pasar Parakan Temanggung, Jateng.

“Saat diamankan di Mapolsek pelaku mengakui segala perbuatannya yang dilakukan terhadap anak kandungnya sendiri dalam kondisi sadar dan tidak dalam kondisi mabuk. Dia melakukan di dalam rumahnya sendiri berkali-kali dalam kurun waktu selama tiga hari saat istri keduanya sedang tidak di rumah,” katanya.

Wahyudi saat ini ditahan di Mapolda Jawa Tengah. Sementara korban diamankan Kemensos di salah satu rumah perlindungan anak di Semarang.

Aksi pemerkosaan itu terjadi pada awal Oktober 2012. Wahyudi dengan tega memperkosa NK di kediamannya saat istri keduanya yang menjadi ibu tiri NK tak ada di rumah.

NK kemudian melapor ke pihak sekolah. Namun, laporan sekolah ke Polsek setempat tak sesuai harapan. Hal itu diduga karena Wahyudi mengenal dekat seluruh petugas di Polsek itu.

NK kemudian mengadu ke ibu kandungnya, Mawarti, di Semarang. Karena laporannya di Polda Jateng tak mengalami kemajuan, Mawarti kemudian melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya itu ke KPAI di Jakarta.

(mdk/dan)

Sumber : http://m.merdeka.com/peristiwa/wahyudi-pemerkosa-anak-kandung-akhirnya-ditangkap-polisi.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *