Wayang Sayur Meriahkan Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Anak (Suara Merdeka, 2013)

ANEKA sayur mayur dibentuk hingga menyerupai tubuh. Ada wortel yang memiliki kepala, tangan, dan kaki. Ada juga kacang panjang dan daun bayam yang bisa berbicara. Mereka tampak sedih karena seorang bocah bernama Budi tak mau makan sayur. Akibatnya, tubuh Budi lemah.

“Kita harus membujuk Budi untuk makan sayur. Kalau tidak, dia bisa cepat sakit,” ajak wortel. Mereka kemudian berbicara kepada Budi lewat mimpi. Setelah bangun, Budi sadar jika dia harus makan banyak wortel agar tubuhnya sehat dan kuat.

Itulah cerita singkat wayang sayur yang dibawakan Komunitas Sayur Mayur di Taman KB, Minggu (22/9). Komunitas yang terdiri atas Giyok, Wawan, Wiwin, dan Wakyok tersebut mengajak serta beberapa siswa SD untuk tampil di atas panggung memegang wayang-wayangan terbuat dari sayur.

Penampilan komunitas itu menghibur ratusan bocah yang hadir pada acara bertajuk “Gelar Kreativitas Anak”. Beberapa orang tua yang ikut hadir kemarin juga terlihat menyimak penampilan mereka dan memahami pesan yang disampaikan.

Tampung Aspirasi

Kegiatan itu digagas oleh Yayasan Setara untuk mengampanyekan isu antikekerasan pada anak. Ikut tampil di atas panggung, beberapa kelompok dari 10 SD yang selama ini didampingi para aktivis dari yayasan yang memang berkonsentrasi soal hak anak.

Para bocah tersebut menampilkan berbagai kreasi mulai dari menyanyi, menari, hingga bermain drama. Ada juga selembar kain yang digelar untuk menampung aspirasi. Anak-anak diberi kesempatan untuk menulis di secarik kain berbentuk telapak tangan.

Mereka diminta menulis harapan mereka saat ini. Kegiatan tersebut berlangsung hingga tengah hari. Selain penampilan para bocah di atas panggung, ada juga stan yang menampilkan keunggulan sekolah-sekolah yang terlibat. (Adhitia Armitrianto, Lanang Wibisono-75)

Sumber: Suara Merdeka, 24 September 2014

Suara Merdeka - 130924

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *