Yayasan Setara – Lokakarya Investasi Pembangunan untuk Perlindungan Anak Jateng (2)

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta bawahannya menyiapkan langkah taktis agar anak-anak tidak “dewasa” sebelum waktunya.  Hal ini salah satu upaya menjadikan Jateng sebagai provinsi yang layak anak.

“Bagaimana mencegah anak untuk tidak berlaku pada sikap yang tidak selayaknya, misal pornografi, media sosial berlebihan, agar mereka mengajar menghormati antar teman, agar tidak mem-bully yang lain,” kata Ganjar, seusai lokakarya pembiayaan perlindungan anak di Semarang, Senin (21/8/2017).

Dalam hal yang sepele, kata dia, anak-anak saat ini justru terbiasa dengan lagu-lagu anak orang dewasa. Mereka bahkan lupa dengan lagu anak kecil. Ganjar menyinggung pertemuannya dengan anak kecil di Kota Semarang saat Minggu (20/8/2017) kemarin.

Kala itu, seorang anak itu mendekat dan meminta swafoto dengannya. Seusai berfoto, anak itu kemudian menyanyikan sebuah lagu. Ganjar terheran karena lagu yang dinyanyikan lagu dangdut “Bojo Galak”.

“Dia nyanyi lagu Bojo Galak. Kenapa anak pilih lagu, hafal lagu bojoku galak? Karena anak enggak pernah tahu lagu anak-anak,” ucap dia.

Oleh karenanya, Ganjar meminta agar bawahannya menyiapkan layanan pembiayaan untuk perlindungan terhadap anak. Pemda diharapkan berinvestasi agar kasus pencegahan kekerasan terhadap anak bisa ditanggulangi.

“Jateng mau dijadikan provinsi pilot layak anak, maka kita sebagai provinsi menyiapkan anggaran, program, sistem agar layanan anak dapat tercapai,” ujarnya.

*

http://regional.kompas.com/read/2017/08/21/14434981/ganjar–kenapa-anak-anak-hafal-lagu-bojoku-galak-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *