Bernas, Jum’at Pon, 6 Agustus 1999

SEMARANG – Ketua Harian Yayasan Setara sekaligus Koordinator Paguyuban Anak Jalanan Semarang (PAJS), Winarso menyatakan, sedikitnya 46,4 persen anak jalanan perempuan di Semarang diketahui sebagai anak yang dilacurkan. “Ini sesuai hasil penelitian Setara terhadap 56 dari sekitar 200 anak jalanan perempuan di Semarang pada awal 1999 lalu,” kata Winarso dalam seminar “Anak Jalanan Perempuan dan Anak yang Dilacurkan” di Hotel Santika Semarang, Kamis (5/8). Meski demikian, kata Winarso, keberadaan anak jalanan perempuan dan anak yang dilacurkan hingga kini belum terungkap bahkan terkesan tidak pernah diperhitungkan sehingga bagaimana situasi dan kondisi nyata mereka belum banyak diketahui. Bila selama ini situasi dan kondisi kehidupan anak jalanan diketahui sangat buruk, maka kehidupan anak jalanan perempuan lebih buruk lagi. Anak jalanan perempuan sangat rentan mendapat perlakuan salah baik dari anak/komunitas jalanan maupun dari berbagai pihak, terlebih bagi  anak yang tinggal di jalanan. (ran)