WAWASAN, 28 Juli 1997, Halaman IV

Semarang, (Wawasan). Ratusan anak jalanan Semarang Minggu pagi beramai-ramai melakukan aksi bersih kota bersama Wali Kota Semarang Soetrisno Suharto serta tokoh masyarakat Semarang lainnya. Kegiatan tersebut diisi dengan membersihkan jalan-jalan protokol di dekat Balaikota Semarang, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Ketua Paguyuban Anak Jalanan Semarang (PAJS) Winarso menjelaskan, aksi ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa anak jalanan yang selama ini dicap sebagai orang-orang yang tak peduli terhadap kebersihan, sebenarnya juga bisa diajak bersama untuk menjaga kebersihan kota.

Aksi ini, lanjut Winarso, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Anak Nasional. Paket kegiatan yang dikemas dengan label “Gelar kreativitas anak jalanan” di Kodya Semarang ini merupakan hasil kerja sama antara PAJS, Pusat Studi Wanita Undip serta LSM sejak 23 Juli lalu.

Rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan antara lain, pameran dan pentas seni karya anak jalanan di gedung PKM Undip (23-27 Juli), dialog antara anak jalanan, aparat, akademisi, rohaniawan dan masyarakat umum (24/7).

Kemarin di gedung Prof Soemarman Undip juga berlangsung acara sarasehan dengan menampilkan pembicara antara lain Drs Darmanto Jatman SU, Kirik Ertanto (antropolog jalanan), Simon Hate (pemerhati masalah anak), Paulus Hadi Suprapto SH MS (dosen Undip) serta pembicara dari Poltabes Semarang.

Kapoltabes Semarang Drs H Sri Soegiarto dalam makalahnya mengatakan, anak jalanan sangat rentang terhadap perilaku yang mengarah kepada tindak kriminal, baik dia sebagai pelaku maupun sasarannya. Hal ini jelas akan menimbulkan masalah sosial yang pada akhirnya akan mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Beasiswa

Sebelumnya sekitar 50 anak jalanan di Kodya Semarang mendapat beasiswa / santunan berupa uang pembayaran SPP selama satu tahun. Bea siswa tersebut diberikan Hotel Patra Jasa dan penyerahannya dilakukan secara simbolik di kampus Undip.

Humas Hotel Patra Jasa Semarang, Wiwik mengakui, pemberian beasiswa ini sebagai bagian dari upaya memanusiakan anak-anak jalanan. Hal ini sesuai dengan seruan pemerintah. Pemberian santunan beasiswa menggambarkan pentingnya saling menghargai dan memberikan perlindungan kepada anak-anak yang tak beruntung. “Kami memberikan bantuan itu merupakan pekerjaan secara riil apa yang dipandang mampu,” katanya. (Lw/Bgy/h)