Jawa Pos, 3 Mei 1997

Semarang, JP, Inilah hasil penelitian tentang anak jalanan di Semarang yang dilakukan oleh Yayasan Duta Awam Semarang (YDAS) bekerja sama dengan Pemda Kodya Semarang dan Paguyuban Anak Jalanan Semarang (PAJS). Hasilnya, sungguh menarik dan dapat menggambarkan perilaku dan kehidupan anak-anak jalan yang begitu bebas, “liar” dan penuh dengan kehidupan yang keras.

Di Semarang sendiri, saat ini tercatat ada sekitar 600 anak jalanan yang setiap harinya beroperasi di berbagai lokasi untuk mencari sesuap nasi. Dari jumlah itu, yang diambil menjadi responden oleh penelitian ini ada 101 anak. Sebagian besar bekerja sebagai pengamen, yakni mencapai 41,1 persen. Kemudian tukang semir ada 22,2 persen, penjual koran 15,6 persen, ciblek atau pelacur anak-anak 7,8 persen dan sisanya bekerja apa saja atau gabungan dari profesi tersebut di atas.

Salah satu hasil penelitian itua dalah kebiasaan seks bebas di antara mereka. Menurut Direktur Eksekutif YDAS, Nila Ardhianie, beberapa temuan dari penelitian ini ternyata cukup memprihatinkan. Antara lain, tingginya persentase anak jalanan yang pernah melakukan tindak kriminal dan aktivitas seksual. Padahal, usia mereka rata-rata masih di bawah 16 tahun. “Tingkat resiko anak wanita yang menjadi anak jalanan ternyata jauh lebih tinggi dibanding anak pria,” tandasnya.

Kondisi ini, kata dia, bisa dilihat dari hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa 69,2 persen anak jalanan wanita yang pernah melakukan hubungan seksual, ternyata pernah dipaksa melakukan hubungan itu. Bahkan diketahui juga, ada seorang anak wanita berusia 15 tahun dan masih tinggal bersama orang tuanya, sudah mengalami keguguran sebanyak 4 kali.

“Tentunya, bukan hal aneh jika kita mendengar kehidupan bebas yang dijalani anak jalanan. Ini terjadi karena tidak adanya  orang yang setia membimbing dan memberi pengarahan kepada mereka tentang nilai-nilai yang benar dan salah. Akibatnya, banyak di antara anak-anak ini yang akhirnya terjerumus ke hal-hal yang seharusnya belum pantas mereka lakukan,” sambung Nila.

Dari penelitian tentang perilaku seksual, diketahui ada sekitar 31 persen anak jalanan yang sudah melakukan hubungan seksual. Yang cukup mengejutkan, ternyata prosentase anak wanita yang pernah melakukan hal ini lebih besar dibanding anak-anak prianya. Tercatat, sekitar 56,5 persen anak jalanan wanita mengaku pernah melakukan hubungan seksual, sedangkan prianya 23 persen.

Siapa saja teman ‘kencan’ mereka? Pasangan anak jalanan dalam berhubungan seksual paling banyak adalah dengan sembarang orang (29 persen). Selebihnya, melakukan hal ini dengan pacar, teman biasa, pelacur, om-om senang maupun warior (perempuan yang bisa diajak berhubungan seksual tanpa dibayar). Selain itu, anak jalanan juga banyak berhubungan seksual dengan lebih dari satu jenis pasangan. Mungkin hari ini dengan pacarnya, besok dengan om-om, besoknya lagi dengan teman biasa (irs).