Diperkosa, 30 Persen Anak Tak Perawan (Radar Semarang, 2000)

RADAR SEMARANG,  2 Juni 2000

SEMARANG – Dari hasil penelitian, 30 persen anak jalanan (anjal) tak perawan akibat pemerkosaan. Selain itu disebutkan, kasus eksploitasi seksual terhadap anak-anak ini sangat memprihatinkan karena masih sering dijumpai, terutama pada kelompok anak jalanan.

Menurut penelitian Yayasan Setara pada 1999, hampir seluruh anak jalanan pernah mengalami pelecehan seksual. Bahkan dijumpai hampir 30 persen dari mereka kehilangan keperawanannya akibat perkosaan. Selanjutnya dari jumlah itu, hampir separuhnya atau sekitar 46,4 persen, mereka terjerumus dalam praktek prostitusi.

“Juga diketemukan indikasi bahwa anak-anak jalanan itu terutama perempuan menjadi korban sindikat perdagangan anak untuk tujuan seksual. Sedangkan, anak jalanan laki-laki meski belum banyak terungkap, juga menjadi sasaran obyek seksual para orang dewasa,” Y Dedy Prasetyo, Sekretaris Pengurus Harian yayasan tersebut, kemarin.

Ketua Pengurus Harian yayasan itu, Winarso, mengungkapkan keprihatinannya terhadap masalah tersebut. Menurutnya, eksploitasi seksual terhadap anak merupakan suatu pelanggaran hak. Pelanggaran itu dinilainya dapat berdampak sangat buruk terhadap perkembangan fisik, mental dan sosial anak. “Menjadikan anak sebagai obyek seksual akan dapat melahirkan potensi untuk menjadi pelaku eksploitasi seksual kelak. Tentu ini akan berdampak besar terhadap masyarakat umum,”paparnya.

Ditambahkannya, konvensi hak-hak anak (KHA) PBB pada tahun 1989 telah meletakkan paradigma baru dalam memandang seorang anak sebagai subyek manusia. Dijelaskan dalam KHA, anak memiliki hak atas perlindungan terhadap eksploitasi dan penganiayaan seksual termasuk prostitusi dan pornografi (Ps. 34 KHA) serta perdagangan anak untuk tujuan seksual (Ps. 35 KHA).

Di Indonesia sendiri, realitas sosial terhadap eksploitasi seksual ini telah diratifikasi melalui Keppres No. 36/1990. Namun, sampai saat ini, jelasnya, sosialisasi mengenai hak-hak anak yang merupakan kewajiban negara belum banyak dilakukan. Ditambahkannya, keikutsertaan delegasi Indonesia dalam kongres menentang eksploitasi belum ditindaklanjuti. (ian).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *