SUARA MERDEKA, 22 April 1997, Halaman II

SEMARANG – Hati-hati bila berhenti di lampu bangjo. Kalau tak siap uang receh, bisa-bisa mobil anda jadi sasaran amukan sejumlah pengamen. Seperti naas yang dialami Handoko (35) pria asal Kendal, di bundaran Tugu Muda, kemarin.

Siang itu sekitar pukul 13.56 WIB, dia yang sendirian mengendarai mobil Honda meluncur dari arah Barat menuju Timur. Ketika lampu bangjo di bundaran Tugu Muda menyala merah, dia pun menghentikan laju kendaraannya. Di sebelahnya, bederet pula kendaraan lain. Baik roda dua maupun empat.

Di tengah-tengah teriknya sinar matahari, tiba-tiba muncul enam pemuda pengamen. Mereka sembari bernyanyi, tangannya menyodorkan kotak untuk minta imbalan uang.

Ketika mendekati mobil Handoko, lampu bangjo sudah menyala hijau. Mau tidak mau pengemudi mobil Honda H-8060-NH, langsung menekan pedal gas melaju untuk memutar ke arah Jalan Pemuda.

Tanpa diduga secara refleks, enam pemuda itu langsung menghujamkan sejumlah batu ke arah mobilnya.

Akibatnya kaca sebelah kanan langsung pecah karena ditembus dua batu. Lemparan dua batu itu membentuk dua lubang di kaca mobil. Sedangkan dia yang berada di dalam mobil, punggungnya luka dan berdarah terkena pecahan kaca.

Meski dalam kondisi luka, pria asal Kendal ini langsung memutar arah kemudi menuju pos polisi terdekat di depan Katedral. Pamapta Poltabes Semarang yang mendapat laporan langsung meluncur menuju TKP. Namun keenam pemuda tersebut menurut warga, telah berhamburan lari menuju Pasar Bulu.

Dikatakan, beberapa waktu lalu petugas yang berjaga di pos polisi Tugu Muda pernah memergoki sejumlah pemuda pengamen yang melakukan aksi serupa.

Mereka sudah diingatkan petugas untuk tidak melakukan tindakan yang sudah menjurus kriminal (C24,mus-14)