SUARA MERDEKA, 26 Juli 1997, Halaman II 

SEMARANG –Pelangi-pelangi, alangkah indahmu. Merah itu b’rani, oh putih sucimu. Biar kami nyanyi, sampai esok hari, tuan nyonya jangan caci maki. Mengapa kami tak jadi pegawai, sedangkan Anda jadi pegawai. Mengapa si miskin slalu diremehkan, sedang si kaya slalu dimanjakan.

Lagu yang diplesetkan dari syair tembang “Pelangi” berkali-kali terdengar di gedung joglo Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Undip, kampus Pleburan.

Petikan gitar dan nyanyian itu, hingga kemarin, terus saja terdengar. Sejak pagi hingga larut malam, anak-anak yang tergabung dalam Paguyuban Anak Jalanan Semarang (PAJS) seolah tak bosan berdendang.

Beberapa anak bermain-main sekenanya. Di sudut ruangan, tiga anak laki-laki bercanda, berguling-guling di lantai tanpa karpet.

Nuansa jalanan makin terlihat dari aneka “produk” yang dipamerkan, tergantung di tali mengitari ruang. Berbagai barang “kerajinan”, misalnya, kebanyakan terbuat dari barang bekas. Kaleng minuman, botol air dalam kemasan, atau karung plastik dan goni. Rangkaian-rangkaian yang dibuat pun begitu sederhana.

Perlakuan Oknum

Ada sarang burung dari kayu yang diisi boneka dari merang dan gabus. Di sisi lain, terpampang lukisan berjudul Sepatu-sepatu Aparat. Dari dua karya itu bisa dilihat, betapa mereka, begitu “alergi” atas perlakuan oknum petugas penertiban atau keamanan yang sering merazia, memukul dan selanjutnya menyita alat musik mereka.

Lantas, puisi-puisi yang berderet dan tergantung di tali itu pun sebagian besar menjelaskan emosi yang meledak-ledak. Simak saja misalnya: aku marah, aku tersinggung, yang aku inginkan pengertian untuk saling pahami bahwa kita sama-sama manusia.

Tak hanya lewat puisi, pengalaman “dikerasi” oleh petugas juga terlontar dari mereka. Lucan (16), anggota PAJS, misalnya. Bocah itu mengaku pernah ditempeleng petugas ketika bermain ding-dong di Pasar Johar.

Karena itu, tak berlebihan jika sejak pembukaan “Gelar Kreativitas Anak Jalanan”, Rabu (23/7) lalu, Winarso (28), koordinator PAJS, menyebarkan petisi pernyataan penghentian kekerasan terhadap anak jalanan. (D4,B17,F12-13c)