Hentikan Perdagangan Anak-anak (Kompas, 2003)

KOMPAS, Sabtu, 13 Desember 2003, Halaman 20

SEMARANG – Ratusan massa yang terdiri dari LSM, Ormas, perempuan dan anak-anak, Jumat (12/12) kemarin grudug Kantor Gubernuran di Jl Pahlawan Semarang. Kedatangan mereka menyeru agar anak-anak dan perempuan jangan diperdagangkan untuk tujuan pasar seksual. Aksi digelar memperingati Hari Anti Perdagangan Perempuan dan Anak kemarin.

“Kami bersama-sama menggelar kegiatan untuk mengkampanyekan, serta meneguhkan kembali komitmen-komitmen untuk menghapus perdagangan anak,”kata Hening Budiyawati, koordinator lapangan aksi tersebut.

Hening menyebutkan bahwa tanggal 12 Desember 2000 dilakukan penandatanganan Protocol untuk mencegah, menekan, menghukum perdagangan manusia khususnya perempuan dan anak sebagai pelengkap Konvensi PBB menentang kejahatan trans-nasional terorganisir.

Berkaitan dengan hal tersebut Indonesia ACTs (Against Child Trafficking0Anti Perdagangan Anak), sebagai bagian dari Asia dan Internasional ACTs Campaign bersama dengan LSM, organisasi mahasiswa, organisasi massa, pemerhati anak dan perempuan beserta masyarakat sipil mempromosikan tanggal tersebut sebagai Hari Anti Perdagangan Perempuan dan Anak.

Menurutnya jutaan manusia di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia telah menjadi korban perdagangan. Kenyataan yang mengejutkan ketika ESCAP, ILO dan pemerintah Amerika Serikat menempatkan Indonesia ke dalam kategori ketiga bersama 22 negara lainnya – yang berarti dikategorikan sebagai negara yang menghadapi kasus perdagangan manusia yang cukup besar tetapi tidak memiliki komitmen atau langkah-langkah untuk mengatasi persoalan ini.

Ancaman telah diberikan untuk memberikan sanksi kepada negara-negara yang masuk dalam kategori ini ketiga ini apabila tidak melakukan upaya-upaya apapun hingga tahun 2003 untuk mengatasi perdagangan manusia khususnya perempuan dan anak. Hening menandaskan bahwa perdagangan manusia terutama anak dan perempuan merupakan tindakan yang sangat merendahkan harkat dan martabat manusia. Perdagangan manusia telah dikategorikan sebagai bentuk perbudakan baru yang sudah menjadi persoalan internasional.

“Para pelaku harus dikriminalkan dan diancam hukuman yang seberat-beratnya agar perdagangan manusia harus segera dihapuskan dari muka bumi,” tandasnya. (udi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *