SALING PEDULI, SALING MENYANYANGI, TANGGAP
DAN TULUS MELAYANI UNTUK ANAK SEJAHTERA.
“Pendidikan gratis tujuannya
untuk menciptakan lingkungan
belajar yang nyaman dan aman,
agar ketika kembali di rumah,
anak tidak mengalami masalah
kesejahteraan sosial.”
Tim TA Jawa Tengah berkesempatan berkunjung ke
Kantor Sekertariat PKSAI Kabupaten Gowa dan
melakukan kunjungan ke Desa Penakung. Desa
Panakukkang ini merupakan desa yang sudah
mempunyai PUSKESOS (Pusat Kesejahteraan
Sosial) dan memiliki layanan PKSAI yang baik.
Tujuan dari adanya study banding di Kabupaten
Gowa ini dalam rangka belajar mengenai layanan
bagi anak dalam situasi rentan, serta untuk
memperkuat tim PKSAI Jawa Tengah, dengan
melihat inovasi layanan, system data, dan rencana
aksi untuk keberlanjutan PKSAI Jateng dan untuk
Menuju Indonesia maju untuk perlindungan anak.

Sistem pendidikan Kabupaten Gowa Sulawesi
Selatan ternyata sangat menarik untuk kita tahu.
Dikatakan oleh M Mukhlis, Sekda Kabupaten Gowa,
bahwa, “Perda tentang pendidikan gratis, tidak ada
pungutan apapun dari jenjang SD-SMA, dari swasta
ataupun negeri”.

Tidak hanya itu saja, terdapat Perda yang
meminta setiap anak untuk wajib belajar yaitu
apabila ortu memiliki anak wajib sekolah tidak
disekolahkan, maka sanksi 3 bulan kurungan atau
denda 50 juta. Di sekolah tidak boleh menjual

pakaian seragam, termausk di koperasi atau toko-
toko. Para siswa boleh masuk sekolah tanpa

pakai seragam dan sepatu. Terdapat Sistem Kelas
Tuntas Berkelanjutan atau dikenal dengan SKTB,
yang berarti bahwa siswa di Kabupaten Gowa
tidak mengenal tinggal kelas. Ujian Nasional juga
ditiadakan, tidak boleh terdapat anak tidak lulus
karena satu nilai sekolah yang tidak bagus. Ruang
kelas SD dimodifikasi menjadi suasana bermain
dengan menghapus calistung (membaca, menulis,
dan berhitung) gaya konvensional menjadi bermain.

YAYASAN BAKTI
DALAM MENJALANKAN
PROGRAM PKSAI

Pada kunjungan hari ke 2 (13/2) di Kabupaten Gowa,
Tim TA PKSAI Jawa Tengah berkesempatan duduk
bersama dengan teman-teman Yayasan Bhakti untuk
berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait program
PKSAI. Yayasan Bakti merupakan mitra Unicef di
Provinsi Sulawesi Selatan sama seperti Yayasan
Setara yang juga merupakan mitra Unicef dalam
program PKSAI yang terletak di Jawa Tengah.
Pendampingan PKSAI oleh Yayasan Bakti sudah
berjalan sejak tahun 2016 hingga sekarang.
Bakti sebagai pelaksana untuk mendorong dan
mempercepat, ketika ada penyusunan
pendokumentasian. Dalam pertemuan penyusunan
dokumen, bakti sebagai mediator atau fasilitataor,
mengumpukan orang” yang memiliki strategis di
pemerintah. Selain itu diadakannya penguatan
kapasitas yaitu mengadakan pelatihan-pelatihan
untuk sakti peksos, PKH, SLRT, SKPD yang
menangani urusan anak. Setiap pelatihan
menghadirkan stakehoder yang berjejaring kuat
dengan masyarakat.

“Dengan PKSAI ini, mulai ada jalur kerjasama
dengan lintas sektor, secara otomatis orang yang
terlibat menyadari bahwa ini bagian saya” tutur
Arafah, Yayasan Bakti.

Sudah tidak berlaku egosentris antar SKPD (Satuan
Kerja Perangkat Daerah). Masing-masing SKPD
melaksanakan kegiatan berdasarkan aturan dan
program sesuai tugas masing-masing, tidak beririsan
dengan SKPD lain. Akan tetapi terkadang terhambat
karena ketersediaan anggaran di SKPD yang lain.
Strategi untuk mencegah konflik hukum bagi anak
yaitu bekerjasama dengan kepolisian. Puskesmas
bekerjasama dengan dukcapil, dibuatkan akte
kelahiran untuk semua anak yang lahir.

Pembuatan KIS (Kartu Indonesia Sehat) bekerjasama
dengan direktur Rumah Sakit, berkomunikasi dengan Dinas
Sosial agar dibuatkan rekomendasi BPJS atau dibuatkan
KIS. Jika ada anak yang terlantar atau sakit jiwa, dapat
dirujuk oleh Sosial dan RSUD.
Namun jika masih ada keluarganya, dapat dirujuk ke
Puskesmas yang sudah ada bidang penanganan gangguan
jiwa. Terdapat penanganan gratis dalam penanganan kasus
korban kekerasan dari Dinas Kesehatan. Hampir semua
sekolah termasuk madrasah menjadi SRA.
“Melalui PKSAI, perlindungan anak secara keseluruhan ada
pada kami, anak yang dibawah garis kemiskinan ditangani
PKSAI melalui data SLRT. Anak-anak yang rentan terhadap
tindak kekerasan akan ditangani PPKAI/PKSAI.” Tutur
Bapak Syamsuddin, selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten

 

avatar-testimonial-courses

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aliquam accumsan est at tincidunt luctus. Duis nisl dui, accumsan eu hendrerit sit amet, rutrum efficitur lacus.

Amy Adams
Creative Student

Over 12,000
5 Star Ratings

5-stars-white

Rated 5/5 by 12,000 Students

Leave A Comment

Related Posts