SUARA MERDEKA, 02 Mei 1997

SEMARANG – Memperingati Hari AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndromei) sedunia, Minggu lusa (4/5) pukul 19.00, digelar acara “Malam Renungan AIDS” di Ruang Poncowati Hotal Patra Jasa.

Dalam acara itu akan dihadirkan sekitar 150 anak jalanan yang biasa mangkal di beberapa tempat di kota Semarang.

“Yang kami undang anak-anak jalanan berusia 6 hingga 20 tahun. Terdiri atas peminta-minta, tukang semir, pengamen, pereks (perempuan eksperimen-Red), penjaja koran, dan sebagainya. Kami sengaja mengundang mereka ke hotel kami untuk ikut menikmati acara Malam Renungan AIDS,” ujar Marketing Communication Manager Hotel, Julia SKB, didampingi humas, Wiwik Anitawati, di ruang kerjanya, kemarin.

Menurutnya, acara tersebut digelar atas kerja sama dengan Yayasan Duta Awam dan Paguyuban Anak Jalanan Semarang.

“Kami harapkan Wali Kota H Soetrisno Suharto beserta istri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kapoltabes Kol Pol Drs Sri Soegiarto, serta Dandim 0733/BS Letkol Kav M Wachju Rijanto hadir. Mereka sudah kami beri undangan, dan Bu Wali menyatakan akan hadir.”

Pergaulan Bebas

Dia menambahkan, dalam acara tersebut akan diisi penyuluhan tentang AIDS oleh dr Wimpie Pangkahila (penyuluh Hotline Service AIDS se-Jawa-Bali), Drs Darmanto Jatman SU (psikolog yang juga budayawan), serta KH Abdul Karim As dari Tugu. Acara itu juga akan diisi hiburan musik yang dimainkan anak-anak jalanan.

Pihaknya mengundang anak-anak jalanan dalam acara itu sebagai kepedulian terhadap nasib mereka, yang sangat rentan pergaulan bebas dan tindak seksualitas.

“Tak sedikit anak jalanan sudah melakukan hubungan seks. Yang perempuan, jika hamil mengambil jalan pintas dengan aborsi,” tutur Julia.

Melihat kondisi itu, pihaknya terpanggil untuk mengajak mereka merenung sejenak dalam acara ini (D4-14a).