WAWASAN, Selasa, 6 Mei 1997

Semarang, (Wawasan), Ada satu sajian menarik pada acara Malam Renungan Korban AIDS di Hotel Patra Jasa Semarang Minggu malam (4/5). Seorang bocah bertanya kepada Dr dr Wimpie Pangkahila yang bertindak sebagai penyaji makalah saat itu, “Pak, dari mana penyakit itu datang?”

Pertanyaan itu pun kemudian disambut dengan aplaus hadirin yang sebagian para anak jalanan di Semarang. Pertanyaanpun dijawab oleh penyaji. Namun pertanyaan serupa terulang lagi oleh anak yang lain. “Sudah saya katakan tadi, Dik, bahwa penyakit AIDS itu berasal dari Afrika kemudian ke Amerika, lalu ke seluruh dunia,” jawab Wimpie kebapak-bapakan.

Wimpie bersama Darmanto Jatman SU menjadi penyaji pada acara dialog AIDS tersebut. Yang menarik, kedua penyaji itu memang tampak sangat sulit menyampaikan materi karena kebanyakan audiens memang tak dong dengan istilah virus, AIDS dan istilah-istilah lainnya.

Sekitar 200 anak jalanan berkumpul di sana. Mereka bergembira, bernyanyi, berjoget, dan tertawa riang di aula hotel berbintang empat tersebut. Baru kemudian suasana menjadi hening saat memasuki detik-detik peringatan AIDS sedunia. Lampu ruangan dimatikan, berganti dengan sinar lilin yang penyalaannya dimulai Ny Soetrisno Suharto (istri Wali Kota Semarang) mengiringi lagu “Lilin-lilin Kecil” ciptaan James F Sundah. 

Gigih

Sebelumnya Wali Kota Semarang H Soetrisno Suharto di tempat itu meminta kepada semua pihak agar semakin gigih memerangi virus HIV dan AIDS.

Kegiatan serupa diadakan di Balai Kota Semarang yang dihadiri para pejabat teras setempat. Selain itu ia juga meminta kepada para anak jalanan optimis akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Malam Renungan AIDS Nusantara 1997 merupakan bagian dari kegiatan antarbangsa The 14th International AIDS Candlelight Memorial and Mobilization yang berlangsung di 300 kota sedunia.

Tujuan diadakan renungan tersebut, menurut Drs Gunawan Permadi, Ketua Yayasan Duta Awam (yang bekerjasama dengan Hotel Patra Jasa dalam penyelenggaraan renungan tersebut), bertujuan mengenang rekan-rekan yang telah meninggal karena AIDS. Selain itu, untuk membangkitkan kesadaran akan bahaya AIDS dan menggugah berbagai komunitas untuk terlihat dalam upaya melawan HIV/ AIDS.

Tahun ini, di Indonesia terdapat 34 kota yang berpartisipasi mengadakan renungan AIDS.

Di tingkat nasional, kegiatan ini dikoordinasi oleh satu kelompok sukarela dan nirlaba yang sangat peduli terhadap AIDS. Ia menamakan dirinya Grup Koordinasi Nasional Mobilitas AIDS.

50 ribu

Gunawan menjelaskan, WHO memperkirakan jumlah kasus HIV dan AIDS di Indonesia sekarang ini mencapai 35 ribu hingga 50 ribu orang.

Sementara itu pada acara renungan tersebut, General Manager Hotel Patra Jasa Wahono menyerahkan bantuan beasiswa kepada 50 anak anak-anak jalanan yang berminat meneruskan pendidikan dalam tahun pelajaran ini. Ia mengharapkan pada tahun berikutnya jumlah beasiswa yang akan diberikan akan bertambah banyak.(Hf/m).