Membangun Dunia Ramah Anak Tanpa Kekerasan

Kegiatan bersama anak di salah satu SD
Kegiatan bersama anak di salah satu SD

Yayasan Setara, sebagai organisasi yang bekerja untuk isu (hak-hak) anak sejak tahun 1993, dikenal aktif melakukan kampanye publik melalui berbagai media. Sepanjang perjalanannya, kampanye terkait dengan program yang tengah dilangsungkan. 

Diawali dari isu anak jalanan yang secara intens dilakukan pada periode 1993-1999, dan kemudian terfokus kepada anak jalanan perempuan (1999-2002), lalu isu eksploitasi Seksual Komersial terhadap Anak atau ESKA (2002 – 2012) dan pada periode yang bersamaan juga melakukan penanganan dan promosi atas isu perdagangan anak (2000 – sekarang), anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban kekerasan seksual (2005 – sekarang), dan pada setahun terakhir intens melakukan upaya penghapusan kekerasan di lingkungan keluarga dan sekolah (oktober 2012-September 2013).

Bekerja di 10 sekolah dasar dengan melibatkan pimpinan dan guru serta  orangtua, Yayasan Setara mempromosikan tentang hak-hak anak, kebijakan terkait pelarangan terhadap kekerasan dan penghukuman fisik, serta mendiskusikan bersama persoalan dan cara-cara untuk mengatasi masalah anak. Di tingkat anak, dilakukan pendampingan secara rutin di tiap sekolah dan di kampung basis tempat tinggal untuk membuka ruang ekspresi bagi anak guna menumbuhkan kebersamaan dan semangat anti kekerasan.

Serangkaian hasil kegiatan bersama anak, akan dipamerkan dalam kampanye publik yang akan dilangsungkan Yayasan Setara pada tanggal 22 September 2013, bertempat di Taman KB. Tema yang diangkat adalah ”Membangun Dunia Ramah Anak Tanpa kekerasan”.

”Kegiatan ini akan menghadirkan perwakilan anak dari seluruh sekolah yang terlibat dalam program. Direncanakan pula berdasarkan hasil evaluasi bersama para guru dan orangtua, akan dideklarasikan komitmen menentang kekerasan terhadap anak,” demikian dikatakan oleh Tsaniatus Solikhah yang akrab dengan panggilan Ika, salah seorang personil Yayasan Setara.

”Kita juga mengundang berbagai komponen masyarakat sipil dan instansi terkait guna mendapat dukungan bagi gerakan anti kekerasan terhadap anak khususnya di Semarang. Acara ini, tetap terbuka bagi umum untuk hadir dan berpartisipasi,” tambah Hening Budiyawati, Ketua Pengurus Harian Yayasan Setara.  (Odi Shalahuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *