Tak Jarang Mereka Mengkonsumsi Pil Koplo

 JATENG POS, 31 Oktober 1999

Meski kehidupan pada pengamen jalanan hanya tinggal di trotoar dan berpakaian seadaanya, ternyata mereka tidak seperti yang dibayangkan orang kebanyakan. Para pengamen jalanan ini tak jarang keliling kota. Mereka pernah melanglang ke berbagai kota di pulau Jawa untuk pentas musik anak jalanan, seperti ke Yogyakarta, Solo, Jakarta, dan Denpasar Bali. Berikut laporan Jateng Pos.

*** 

 NYANYIAN seorang pengamen, ternayta bukan hanya laku di halte atau dalam bus kota. Tak jarang nyanyian mereka justru laku di panggung-panggung hiburan. Misalnya apa yang dialami Rudi dan kawan-kawannya, meski mereka setiap hari hanya mangkal di sekitar Simpang Lima, nyatanya pengalamannya manggung di berbagai kota telah membuatnya dikenal teman-teman seprofesinya.

“Saya pernah pentas musik anak jalanan di Yogyakarta, Solo dan Bali. Ini semua atas bantuan beberapa yayasan yang mengelola dan peduli terhadap kami. Dalam kesempatan pentas tersebut biasanya pesertanya juga dari anak-anak jalanan,” kata Rudi.

Saat manggung dj Bali selama 10 hari, kata Rudi, dia beserta 15 rekannya dari Yogyakarta, Solo dan kota besar lain. Mereka bisa berkiprah di beberapa kota besar itu berkat bantuan LSM yang mengajak mereka untuk pentas dalam rangka peringatan hari anak nasional. Di Bali mereka mendapat fasilitas tidur di penginapan sederhana yang disediakan panitia. Selain itu, untuk pentas mereka juga mendapat pakaian dan saat pulang juga ada uang saku masing-masing dikasih Rp 100.000.

Dalam rangka HUT LBH Semarang kemarin lusa, mereka juga menyumbang 2 lagu langgam Jawa dengan menggunakan gitar lama yang penuh stiker dan Selo kecil rakitannya sendiri. Mereka tampak menikmati lagunya di  saat pentas di Taman Budaya Raden Saleh tersebut.

“Dengan cara seperti ini, kami banyak belajar menyanyikan lagu. Kami sering diajari teman-teman tentagn lagu baru. Atau sering memperhatikan dan mendengarkan lagu yang diputar toko kaset lantas kami mengikuti lirik lagu tersebut. Lama-lama kan kami terbiasa dan bisa,” aku Rudi.

Sementara Mirwan, teman Rudi, bersama 5 temannya saat pentas di HUT LBH Semarang mereka menyanyikan lagu-lagu dangdut dan lagu pop ‘Kemesraan’ karya Iwan Fals.

Menurut Mirwan, uang hasil pentas hanya mereka gunakan untuk makan, minum, beli rokok. Dan tak jarang di antara pengamen jalanan itu ada yang pernah mengkonsumsi pil koplo. “Namun teman-teman yang sampai mengkonsumsi obat terlarang itu telah pergi entah ke mana (nurcahyo).