Perlu, Kepedulian terhadap Anak Jalanan (Kompas, 1997)

KOMPAS, Kamis, 24 Juli 1997, Halaman 8  

Semarang, Kompas Kepedulian terhadap anak jalanan di Semarang diharapkan di Semarang diharapkan lebih meningkat, mengingat jumlah anak jalanan saat ini mencapai sekitar 700 orang. Namun demikian, kepedulian itu harus dibarengi pendekatan yang tepat serta lebih spesifik agar penanganannya bisa tuntas.

Ketua Panitia Hari Anak Nasional di Semarang, Ir Nuniek Sriyuningsih MS, Rabu (23/7) mengatakan, masih ada harapan membina anak jalanan, asal pendekatannya tepat. Ini terlihat dari kegiatan yang digelar anak jalanan 23-27 Juli 1997 di Semarang, seluruhnya atas gagasan mereka.

Diakui oleh Kepala Pusat Studi Wanita Universitas Diponegoro (PSW-Undip) tersebut, paguyuban anak jalanan (PAJ) di Semarang yang dibentuk setahun yang lalu, masih belum bisa berbuat banyak. Terutama karena kegiatannya masih diarahkan untuk mengamati sikap dan perilaku anak jalanan untuk menentukan pola pembinaan yang tepat.

Sementara dialog Lembaga Advokasi Anak Indonesia (LAAI) dengan anak-anak tahanan di Lembaga Pemasyarakaan Tanjunggusta, Medan mempersoalkan praktek mempekerjakan anak di jermal yang tak mengenal batas waktu kerja dan jaminan keselamatan. Untuk itu sudah saatnya dihentikan. Instansi terkait diharapkan secara tegas menindak pengusaha yang terlibat.

Dialog untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) itu menampilkan pembicara Ketua Programmer Officer LAAI Medan Muhammad Joni, Komisi Litigasi Marasamin Ritonga dan Mahadi serta Kepala Litigasi LAAI Darwan Prinst.

Menurut Marasamin, isu mempekerjakan anak yang paling tidak bisa ditoleransikan (the most intorable), ditemukan pada kasus anak-anak yang bekerja di jermal-jermal di pantai timur Sumatera Utara. Anak-anak dipekerjakan di tempat terisolir di tengah laut yang berbahaya, berisiko tinggi, tanpa pengawasan dari publik dan pengawasan perburuhan, membuat posisi anak jerma makin parah.

Dalam catatan LAAI, sejak tahun 1994, sudah 30 anak bermasalah di jermal yang ditangani. Sedang data Dinas Perikanan Sumut menyebutkan jumlah jermal di pantai timur 144 buah. Dalam satu jermal sedikitnya ada 16 pekerja, empat sampai enam di antaranya anak-anak. (dth/smn).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *