Setelah setahun melaksanakan program rintisan anti kekerasan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal anak, yang terfokus di sepuluh (10) Sekolah Dasar di Semarang dan kampung sekitar sekolah, Yayasan Setara melanjutkan program tersebut. Program sebelumnya berlangsung pada periode 1 Oktober 2012-30 September 2013.

“Saat ini program dipusatkan di tujuh (7) sekolah dasar dan tiga kampung. Di Sekolah, kita mendorong upaya membangun sekolah ramah anak dengan fokus menghentikan penghukuman fisik, dan di tiga kampung dengan mendorong keterlibatan masyarakat melalui pembentukan Jaringan Perlindungan Anak (JPA) serta melatih kaum muda untuk memfasilitasi pengembangan kelompok anak,”  demikian disampaikan oleh Hening Budiyawati, Ketua Pengurus Harian Yayasan Setara yang mengkoordinir pelaksanaan program ini disela workshop pembentukan JPA di Bandungan, Minggu (24/8) kemarin.

Tujuh sekolah dasar yang dimaksud adalah  SD Negeri Kuningan 01, SD Negeri Kuningan 02, SD Negeri Jomlang 03, SD Negeri Jomlang 04, SD Muhamadiyah 01, SD Al-Iman dan SD PL Servatius Gunung Brintik. Sedangkan untuk Kampung yang terlibat dalam program adalah Kampung Gunung Sari, Kampung Tambak Lorok dan kelurahan Kuningan.

“Dari sepuluh SD yang terlibat dalam program sebelumnya, dua tidak aktif, dan satu sekolah lagi menarik diri dari kerjasama ini,” jelas  Tsaniatus Solikah, yang akrab dipanggil Ika.

Program yang dirancang untuk tiga tahun dan dimulai sejak 1 Mei 2014 ini mendapat dukungan dana dari ICCO-KIA. (Odish)