SUARA MERDEKA, 11 Mei 1997 

MALAM Renungan AIDS Nusantara 1997 yang digelar di Ruang Poncowati Hotel Patra Jasa Semarang, beberapa waktu yang lalu, memiliki nuansa khusus. Di samping  menghadirkan sekitar 150 anak jalanan Semarang, juga kedatangan oarang nomor satu di kota ini.

Acara yang dikemas dalam bentuk dialaogis yang menghadirkan Wali Kota H Soetrisno Suharto itu betul-betul terkesan akrab dan luruh. Ini berkat kepiawaian penyelenggara Yayasan Duta Awam Semarang bekerja sama dengan Hotel Patra Jasa dalam meramu acara tersebut.

Pak Tris, demikian panggilan akrab Wali Kota, dengan sikap penuh kebapakan dan kasih sayang mengajak dialog beberapa anak jalanan di hadapan podium.

“Coba lihat anak-anak jalanan itu, merupakan juga insan Tuhan. Jangan lantas berpikir mereka itu sekolah atau tidak, punya duit atau tidak. Sebab di mata Tuhan, tak ada bedanya antara saya dan anak-anak jalanan, saya akan menghargai orang-orang yang memberi perhatian pada mereka.” Papar Pak Tris.

Kemudian ia melontarkan pertanyaan pada anak jalanan, kenapa ia bersam Bu Wali Kota hadir di tengah-tengah mereka dalam acara Malam Renungan AIDS. Bagi yang jawabannya tepat, mendapat hadiah uang Rp 50 ribu, tunai.

Karuan saja, beberapa anak jalanan berebut menjawab. “Karena pak Wali sayang kepada anak-anak jalanan.”

“Pak Wali cinta kami, hingga ingin bertemu kami,” jawab anak yang lain.

Semua jawab itu dinilai benar, tak pelak lagi Pak Tris  lewat istrinya Ny Soetrisno Suharto “harus” merogoh dompetnya membagi-bagi uang sebagai hadiah untuk anak jalanan yang tepat menebak tadi. Itulah salah satu kiat orang nomor satu Kota ATLAS dalam membahagiakan anak-anak jalanan. Siapa mau menyusul?

(Ghufron Hasyim)